banner 728x90

Bandara Trunojoyo Sumenep Sudah Resmi Beroperasi, Namun Wisatawan Belum Ada Yang Memanfaatkanya


SUMENEP, (Transmadura.com) –
Sejak 27 September 2017 maskapai Wings Air resmi beroperasi di bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura Jawa Timur. Namun, selama 14 hari beroperasi belum satupun wisatawan yang memanfaatkan jalut transportasi udara.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengatakan berdasarkan data yang dimiliki, pengguna pesawat selama ini masih didominan kalangan masyarakat umum.

banner 728x90

Saat ini terdapat dua maskapai yang beroperasi di bandara kebanggaan masyarakat madura itu, diantaranya Airt Fas dan Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang dengan rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya.

Secara teknis fasilitas di Bandara Trunojoyo sudah layak untuk digunakan pesawat sejenis ATR-72. Karena saat ini, Bandara Trunojoyo memiliki landasan pacu atau runway pesawat sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak Udang  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Wahyu mengatakan, animo masyarakat untuk menggunakan jalur udara sudah mengalami peningkatan, saat ini mencapai 70 persen setiap hari.

Penumpang tidak hanya dari Kabupaten Sumenep, melainkan banyak warga Kabupaten Pamekasan yang akan menuju Surabaya menggunakan pesawat Wings Air dan Kepulauan.

Demi kenyamanan calon penumpang, pihaknya kedepan akan terus melakukan pembenahan, baik dari pelayanan maupun penambahan fasilitas.

Bandara Trunojoyo selain digunakan pesawat komersil, juga digunakan pesawat latih. Sedikitnya ada lima sekolah penerbangan yang melakukan latihan di satu-satunya bandara di Madura itu.

Sejak 2016 hingga tahun ini terdapat dua maskapai jenis perintis yang beroperasi di Bandara Trunojoyo, yakni Susi Air dan Air Fast. Namun, maskapai milik Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti hanya beroperasi hingga akhir 2016 dan digantikan maskapai Air Fast hingga saat ini.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

“Penumpang dari kalangan umum, infestasi, tetapi wisatawan masih belum terlihat,” katanya, Rabu, 11 Oktober 2017.

“Untuk Surabaya -Sumenep antara 70 hingga 80 persen penumpang. Sedangkan rute sebaliknya lebih banyak,” ujarnya.

“Pasti kami beripaya untul memberikan pelayanan yang optimal,” jelasnya. (Red)
IMG-20171011-WA0017

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *