Home / SUMENEP / Biaya PJU Rp 1,5 Miliar Disoal Sejumlah Aktivis Sumenep

Biaya PJU Rp 1,5 Miliar Disoal Sejumlah Aktivis Sumenep

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Besarnya nggaran untuk PJU (Penerangan Jalan Umum) di Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat sorotan dari sejumlah aktivis di Sumenep. Pasalnya, anggaran pembayaran tersebut dinilai cukup tinggi, sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.

Sedangkan PJU yang ada dinilai kurang maksimal dan ada dugaan penerangan jalan ada yang tidak berfungsi/mati.

Dengan hal pihak terkait tidak sigap melakukan pemeliharaan, akan tetapi bayaran listri cukup mahal.

Ketua DPC LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Bagus Junaidi menjelaskan, pembayaran PJU sampai Rp 1,5 miliar per bulan harus dipertanyakan. Pasalnya, dana yang dikeluarkan itu cukup besar. “Dana itu memang cukup besar patut saja dipertanyakan, ” katanya.

Sementara, sambung dia, pihaknya mememukan sejumlah PJU yang mati namun tidak dibiarkan. “Apakah pembayaran tetap sama, dan menjadi beban negara. Sehingga, diperlukan pengawasan secara intens terkait pembayaran PJU ini, ” ujar pria asal Parsanga ini.

Termasuk, terang dia, anggota dewan membelejeti masalah PJU ini. Pihaknya hanya curiga ada permainan dalam masalah pembayaran PJU ini. “Bayangkan, kalau satu tahun sudah berapa yang dikeluarkan. Ini perlu diawasi dan dievaluasi, ” tuturnya

Hal serupa juga disampaikan Kordinator FPMS Bambang Supratman, bahwa anggaran biaya PJU 1,5 miliar cukup besar, dan perlu dipertanyakan, sebab perlu adanya ke transparansi dengan anggaran yang diambil dari APBD Sumenep.

“1,5 miliar itu untuk PJU yang mana. Sedangkan tahun ini tidak ada rincian nominal di kwetansi pembayaran, sebab PPJ itu merupakan PAD bagi Pemkab,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Pengembangan dan Keselamatan, Dishub Sumenep, Edy Purwanto menjelaskan, jika pihaknya mengeluarkan biaya PJU setiap bulannya mencapai Rp 1,5 miliar. Angka itu sudah dinilai lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,8 miliar.

Penerangan Jalan Umum (PJU) di Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan menggurang anggaran APBD setempat. Bayangkan, setiap bulan cukup pemerintah harus mengeluarkan Rp 1,5 miliar untuk membayar PJU tersebut.

“Untuk biaya PJU setiap bulan mencapai Rp 1,5 miliar,” kata , Senin, 16 Juli 2018.

Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan itu terdapat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “2017 lalu beban biaya yang harus kami bayar Rp 1,8 miliar tiap bulan,” jelasnya.

Dikatakan, anggaran tersebut dibayarkan untuk penerangan sekitar 4 ribu titik PJU yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep.

Kendati demikian, pihaknya optimis tahun 2019 anggaran untuk PJU lebih kecil dari tahun 2018. Karena sejak beberapa tahun Dishub mencanangkan program meterisasi, yakni beban dihitung dengan cara menghitung beban setiap titik.

“Sistem meterisasi ini penghitungan akan jelas setiap titiknya. Kalau dari dulu kita kan pakai sistem taksasi, yakni menghitungnya general, dipakai atau tidak dipakai sama saj, dan beban besar sekali,” terangnya.

Disamping itu, lanjut Edy, penurunan beban juga disebabkan banyaknya pergantian dari lampu biasa ke lampu LED. Menurut Edy, LED meski cahayanya lebih terang, beban biaya justru lebih murah.

“Jadi LED ini membantu mengurangi beban pembiayaan listrik yang tersebar di jalan-jalan raya yang ada di Sumenep. Kedepan kami diusahakan untuk terus menekan tingginya pembayaran,” imbuhnya (Asm)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Proses Izin Usaha, Sikap Investor Memiliki Program Seiring Dengan Pemkab Sumenep

SUMENEP, (TransMadura.com) – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura akan mempermudah izin bagi ...