banner 728x90
Tak Berkategori  

Ironis! Munari Warga Manding Hidup Miskin Digubuk Bambu Tidak Dapat PKH


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Sungguh Ironis, masih ada warga miskin yang hidup di gubuk bambu,
mencari ruang-ruang hidup yang tidak layak karena kurang diperhatikan pemerintah setempat.

Setelah Buk Su’an (70) janda tua miskin warga Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep, Jawa Timur yang hanya berpenghasilan 10 ribu perhari dengan jualan krupuk tidak pern dapat perhatian pemerintah.

banner 728x90

Tim dari TransMadura.com melakukan penelusuran ke dusun lain menemukan kehidupan warga yang sangat miris. Munari (30) warga Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep, yang hidup digubuk bambu dengan anak istrinya Sulastri (29) untuk bertahan hidup hanya pas pasan tidak cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi buat rumah.

Dia bertahan hidup sebagai pemulung yang hanya berpenghasilan 40-50 ribu per dua hari untuk menghidupi anak dan istrinya.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

“Mau gimana lagi pak. Penghasilan kami tidak menentu, kadang ada kadang enggak, jadi jangankan untuk bangun rumah, untuk makan sehari-hari saja susah,” kata Munari.

Diakuinya, Selama ini keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH) dari Dinas Sosial setempat. Padahal rumah mereka memang kurang layak ditempati, Saat musim hujan terkadang ada kebocoran.

“Rumah yang kami tempati ini sudah beberapa tahun pak, namun sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah,” keluhnya kepada TransMadura, Sabtu (01/09/2018) kemarin.

Ia berharap kepada pemerintah untuk bisa membantu dengan keadaan rumahnya yang memang layak untuk dibantu. Sebab, selama ini bantuan PKH diberikan pada yang kehidupannya sudah cukup.

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

“Saya tidak pernah dapat bantuan apa apa, apalagi perbaikan rumah, hanya rastra, itupun baru bulan kemarin, PKH saya tidak dapat,” katanya.

Abdurrahman selaku tokoh masyarakat setempat, mengatakan, memang Munari layak dibantu, sebab mereka hidup dengan anak istri tinggal digubuk bambu yang selama ini luput dari bantuan pemerintah.

“Sangat miris orang seperti mereka tidak dapat bantuan, sensus rumah tangga miskin gimana, harusnya dapat PKH Munari ini,” ungkapnya.

Abdur berharap pemerintah desa atau kabupaten khususnya Bupati Sumenep, agar bisa melihat seperti apa kondisi warga yang tidak dapat perhatian sama sekali. “PKH ini jatuh kepada siapa,” Tukasnya. (Fero/Red)

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *