banner 728x90
Tak Berkategori  

Penghitungan APBD 2017 Dapat Tudingan Hanya Menggugurkan Kewajiban


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Hilir mudik sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tampak digedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan pembahasan bersama penghitungan realisasi APBD 2017.

Namun, hal itu dapat tudingan Ketua LSM Formatif (Forum Masyarakat Inspiratif) Fadal, bahwa, dengan keberadaan pembahasan dinilai hanya formalitas, sekedar menggugurkan kewajiban, karena diikat dengan aturan. Sehingga, menjadi keharusan yang harus dijalankan oleh legislatif dan eksekutif.

banner 728x90

“Sebenarnya penghitungan APBD itu hanya sekadar formalitas belaka. Sebab, setiap tahun dilakukan tidak tampak terlihat output yang berkualitas. Karena amanah UU maka harus dijalankan dan gugur kewajiban, ” katanya dengan nada kecewa.

Apalagi, menurut Fadal, penghitungan itu dilakukan setelah audit BPK yang sudah menyatakan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Lembaga sudah kredibel dan hasilnya pun berkualitas. “Lagi, ini karena amanah UU. Maka harus dilakukan. Sebenarnya klir ketika sudah audit BPK, ” ungkapnya.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

Dia menyampaikan, wajar jika ada pihak yang mengklaim sebagai formalitas dan rutinitas. Terbukti, setiap tahun dievaluasi muncul saja program yang dinilai tidak berkualitas. “Jadi, dampak pembahasan itu tidak urgen. Makanya, bisa dibilang hanya sekadar membuang anggaran pembahasan saja, ” ucapnya.

Pihaknya malah curiga itu akan dijadikan bargaining dengan OPD untuk keuntungan belaka. “Ini perlu ada kajian termasuk kepada evaluasi UU yang mensyaratkan penghitungan APBD. Ini bagi kami hanya seremonial dan pembahasannya hendaknya dilakukan dengan cepat, ” tukasnya.

Angogota komisi III M. Ramzi membantah jika dianggap formalitas. Sebab, pihaknya melakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Ini amanah untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan, khususnya belanja rutin di OPD, ” katanya.

Baca Juga :   Putri Dewi Asal Pragaan Daya Lapor Polisi Diduga Dianiaya Suami Siri Alami Luka Lebam

Politisi Hanura ini menuturkan, termasuk mempertanyakan sisa anggaran dan kegiatan yang dinilai tidak produktif. “Secara menyeluruh kita evaluasi. Sebagai acuan pada kegiatan selanjutnya. Termasuk, silpa yang bisa digunakan di PAK (perubahan anggaran keuangan), ” ucapnya. (Asm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *