banner 728x90
Tak Berkategori  

IPTI Sumenep Tekankan Pemerintah dan DPRD Ikut Awasi Harga Tembakau


SUMENEP, (TransMadura.com) – Penerintah Kabupatean (Pemkab) dan DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta harga tembakau untuk menekankan kepada pihak pabrikan supaya membeli tembakau betul-betul yang kwalitas.

Hal ini disampaikan Ketua APTI (Asosiasi Petani Indonesia) Sumenep, Rubaki, bahwa pabrikan jangan tembakau dibeli dengan bulan, akan tetapi tidak membeli kwalitas.

banner 728x90

“Pabrikan jangan hanya membeli bulan, seharusnya membeli kwalitas, kalau membeli bulan itu harga mahal hanya beberapa hari saja. namun kalau beli kwalitas tembakau kebelakang kan kwalitas tetap bagus,” katanya.

Rubeki menekankan kepada pemerintah harus juga mengawasi masalah harga yang tidak sesuai/wajar. ini tergantung pemerintah untuk peningkatan ekonomi supaya masyarakat khususnya perani tembakau tidak sampai merantau sebab menanggung kerugian.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

“Pemerintah dan DPRD jangan hanya duduk santai, ya harus ikut mengawasi, petani jangan sampai rugi dan membedakan harga antara tembakau gunung dan sawah, seperti prancak, batuputih ganding, ini masuk wilayah potensi tembakau gunung yang harus dibedakan harga antara sawah dan gunung,” harapnya.

Ia juga menyampaikan terkait dengan kekurangan air, ditekannkan kepada pemerintah khususnya Dipertahortbun Sumenep, memberikan program bantuan sumur bor harus tepat sasaran.

“Kalau dilihat dari fakta dilapangan bantuan bor kurang merata. jangan memberikan bantuan bor kepada wilayah yang sudah ada air, jadi prioritaskan di wilayah yang memang kekurangan air. seperti ganding atas dan Guluk-Guluk utara dan selatan, perancak sangat kekurangan air untuk tani, namun juga untuk minum,” ucapnya.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Sementara Rubaki memaparkan, dari hasil pantauan dilapangan petani tembakau di beberapa wilayah sebagian prtani tanam sudah mencapai 20 persen dan sebagian 60 persen. dan ini kemungkinan musim kemarau agak panjang. (Asm)

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *