Home / SUMENEP / Pekerjaan Jalan Lingkar Utara Terus Dilanjut, Bagaimana Konflik Dengan Perhutani?

Pekerjaan Jalan Lingkar Utara Terus Dilanjut, Bagaimana Konflik Dengan Perhutani?

Konflik Dengan Perhutani, Pekerjaan Jalan Lingkar Utara Terus Dilanjut

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Proyek pembangunan jalan lingkar utara di Kabupaten Sumenep, Madura tidak berjalan mulus. Pasalnya, pihak Perhutani dan Pihak Pemerintah Desa sempat saling klaim memiliki lahan pembangunan proyek miliaran rupiah itu.

Bahkan, sementara ini pihak Perhutani mengklaim untuk memberhentikan pekerjaan sementara waktu. Namun rekanan tetap saja melanjutkan pekerjaan.

Versi Perhutani lokasi pekerjaan di Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep masuk kawasan Perhutani. Pemberhentian itu karena Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga selaku pengguna anggaran tidak memberitahukan jika akan membangun jalan baru.

Sementara pihak PU Bina Marga terus melanjutkan pekerjaan. Saat ini pekerjaan diperkirakan mencapai 30 persen. “Kalau pekerjaan fisik tahun capaiannya harus 40 persen, mungkin saat ini sudah 30 persen ini yang selesai,” kata Eri Susanto, Kepala Dinas PU Buna Marga Sumenep,

Pembangunan protek itu dilakukan secara bertahap. Tahun 2019 pemerintah daerah menyediakan anggaran sebesar Rp15 miliar. Jika pekerjaan terus dilanjut, maka tahun 2020 baru bisa digunakan oleh masyarakat.

“Sekarang dalam proses penyelesaian kontruksi bawah jalan dan pemadatan, yang jelas jembatan tahun ini selesai,” ungkapnya.

Sementara pengaspalan kata dia akan sebagian bakal dilakukan tahun 2020. Tahun ini pengaspalan dengan memakai bahan hotmix hanya berkisar 800 meter dimulai dari ujung barat atau Desa Kebunan sampai desa Parsanga.

“Semua tahapan pekerjaan sudah terjadwal semua, sekarang kan proses kemiringan jalan, dari timur ada pemadatan, mungkin mulai besok ada yang memasang cor untuk jembatan dan yang lain. Desember ini untuk tahap satu anggaran tahun ini selesai,” tuturnya.

Ditanya soal tindakan pihak Perhutani yang sempat menghentikan pekerjaan diawal, mantan Kepala Dinas PU Pengairan itu mengaku tidak ada masalah. Prinsipnya PU Bina Marga mengerjakan proyek itu sudah sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada persoalan, kami mengerjakan proyek itu diatas tanah kami juga, kami punya sertifikat tanah sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya pihak Perhutani, Bagian-bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wilayah Madura Timur menghentikan pekerjaan itu. Sesuai peta yang dimiliki pihak Perhutani, lokasi pekerjaan masuk kawasan Perhutani.

“Untuk sementara saya perintahkan ke pemborongnya dihentikan dulu,” kata Kepala Bagian, BKPH Madura Timur Wayan Udawarsah, saat dikonfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu.

Sesuai rencana, pembangunan jalan lingkar utara akan dibangun mulai dari jalan raya sebelah barat Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Parsanga menuju Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep. Panjang jalan yang bakal dibangun sekitar 2,8 Kilometer dengan lebar jalan sekitar 8 meter.

Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp30 miliar. Sehingga pembangunan tersebut harus dilakukan secara bertahap. Tahun ini dianggarkan sebesar Rp 15 miliar. (Asm/Hen/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ops Yutisi dan Himbau Prokes 5 M Cegah Kluster Covid Varian Baru

SUMENEP, (TransMadura.com) – Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk dan Polsek bersinergi melaksanakan kegiatan ...