banner 728x90
Tak Berkategori  

Tak Layak Huni, Rudiyanto Warga Giring Hidup Dirumah Gedek Dengan Atap sebagian Terpal


SUMENEP, (Transmadura.com) – Sentuhan program pemerintah dengan bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) masih belum menyentuh secara menyeluruh. Buktinya salah satu warga miskin di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur hidup tinggal di rumah gedek yang sangat memprihatinkan.

Rudiyanto (35), yang tinggal di Dusun Gampong RT 1 RW 2, Desa Giring, hidup dengan ibunya bernama Sahwiyatun (60).

Selama ini, dirinya menghidupi ibunya dengan penghasilan yang tidak menentu kerja serabotan kadang kerja, kadang tidak. Mereka ditinggal bapaknya sejak umur 4 tahun, meninggal dunia akibat sakit.

Mirisnya, keduanya tinggal dirumah gedek dengan ukuran 3×6 dengan atap terlihat sebagian pakai terpal.

“Ya, kami hidup seperti ini karena tidak mampu buat bangun rumah yang layak,” kata Rudiyanto kepada media ini.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

Menurutnya, bisa bangun rumah gedek ini atas swadaya tetangga, secara patungan. “Bisa bangun ini atas bantuan tetangga patungan,” ungkapnya.

Dia mengaku, tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, padahal dengan kondisinya sangat layak dibantu.

“Tidak pernah dapat bantuan RTLH, hanya dapat bantuan beras,” ngakunya.

Padahal, menurutnya yang diharapkan bisa dapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni, namun sampai saat ini belum ada satupun dari pemerintah membantu beban untuk bangun rumah yang layak.

“Saya hanya butuh bangunan rumah yang layak. Jangankan mau bangun rumah, beban untuk menghidupi orang tua saja, kayaknya tidak cukup,” terangnya.

Sementara, Abdul Wahab tetangga Rudiyanto, mengatakan, jika bangun rumah gedek itu atas upaya dirinya dengan cara gotong royong.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

“Saya sangat kasihan dengan kehidupannya, itu kecelakaan tabrakan kakinya patah, jadi kerja berat sudah tidak memungkinkan,” terangnya.

Bahkan, jelas Dul Wahab panggilannya ini, mengaku saat bangun tempat tinggalnya saat itu, berdiri tidak ada gentengnya, sehingga pihaknya berupaya mencari sumbangan membeli genteng bekas. “Itupun tidak cukup, kasihan sekali,” tuturnya dengan nada kasihan.

Sehingga, pihaknya berharap kepada pemerintah, agar bisa membantu dengan program RTLH bisa meringankan beban bangun rumah yang layak.

“Rudiyanto ini sangat layak untuk dibantu, karena rumah tinggalnya sangat tidak layak, berharap pemerintah bisa bantu,” tutupnya.

(Asm/red)