banner 728x90

Rangkaian Kalender Pagelaran Festival Jaran Serek Bakal Digelar

Rangkaian Kalender Pagelaran Festival Jaran Serek Bakal Digelar


SUMENEP, (Transmadura.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Paguyuban Jaran Serek Pandhige mengadakan Festival Jaran Serek (kuda menari), sebagai rangkaian kegiatan kalender 2023 bertajuk Masa Kejayaan Kabupaten Sumenep.

Festival Jaran Serek ini, dijadwalkan pada Sabtu (27/05/2023) pukul 08.00 WIB dengan rute start di Lapangan Giling dan finish di Labang Mesem Keraton Sumenep, diikuti sebanyak 100 ekor kuda dan diiringi 10 kelompok musik tradisional saronen.

“Para peserta Festival Jaran Serek ini, harus menampilkan kreasi yang atraktif dan kreatif dalam menampilkan aksi kudanya, untuk menarik perhatian masyarakat yang menyasikan di sepanjang rute mulai start hingga finish,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Selasa (23/05/2023).

Baca Juga :   Babinsa : Generasi Indonesia Harus Cerdas dan Berkarakter

Menurutnya, melalui kegiatan ini mampu mempertahankan dan memelihara seni budaya jaran serek, karena di era saat ini, perubahan masyarakat tidak hanya pola pikirnya saja, melainkan juga tentang selera budaya dan seni mengalami perubahan.

Karena itulah, masyarakat pecinta Jaran Serek untuk memikirkan generasi penerusnya di masa mendatang, supaya salah satu seni pertujukan tradisional ini, tetap lestari sebagai potensi lokal dalam menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

“Manakala tidak ada generasi yang melestarikan seni budaya itu, sudah pasti Jaran Serek bisa punah dengan sendirinya akibat tergerus peradaban,” terang Bupati.

Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni budaya warisan leluhur, termasuk Jaran Serek (kuda menari) dan musik tradisional Saronen, sehingga harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :   Kodim 0827/Sumenep Gelar Baksos Sunatan Massal dan Bagi-Bagi Sembako ke Warga

“Seluruh elemen harus bersama-sama mempertahankan seni budaya warisan leluhur, agar masyarakat tidak melupakan budayanya, sehingga mempunyai kepedulian untuk melanjutkan keberadaannya di era apapun,” pungkasnya.

Panitia penyelenggara festival itu tidak hanya menampilkan Jaran Serek dan musik tradisional Saronen saja, namun juga musik Tong-Tong yang merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WTB) Kabupaten Sumenep, yang dikolaborasikan dengan drumband.

(*)