banner 728x90

Penerima Uang BLT BBM di Desa Lenteng Barat Dipotong Berdalih Pajak

Penerima Uang BLT BBM di Desa Lenteng Barat Dipotong Berdalih Pajak


SUMENEP, (Transmadura.com) – Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep diduga dipotong.

Pasalnya, modus pemotongan tersebut disinyalir dengan alasan pembayaran pajak sebesar Rp 70 ribu per KPM.

Sedangkan, pemerintah memberikan bantuan BLT BBM kepada masyarakat penerima manfaat sebesar Rp 500 ribu diambil di PT Pos setempat.

“Pungli Potongan BLT BBM desa Lenteng Barat mencapai Rp 70 hingga Rp 100 ribu per orang,” salah satu penerima manfaat inisial S.

Menurutnya, setelah pulang mengambil dari PT Pos, pihaknya mengaku langsung diambil (diparani) paksa ke rumah. “ada yg langsung diambil pulang dari pos.

Namun, setelah ada protes dari beberapa pihak ke pemdes berdalih pungutan dilakukan untuk menutupi hutang pajak masyarakat.

Baca Juga :   Babinsa Bantu Pengrajin UMKM Jemur Kerupuk di Gapura

“BPD terkesan diam dan tak berkutik menyikapi pungli tersebut. Kalau memang itu pembayaran pajak, harusnya ada bukti SPPT,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dusun Jambu Monyet, Desa Lenteng Barat, Waris membenarkan jika ada pemotongan BLT BBM per KPM.

“Memang benar ada pemotongan yang sebelumnya pak kedes mengumumkan ke semua Kadus untuk memberitahukan kepada penerima BLT BBM di balai desa ada pemotongan 70 ribu,” ujar Kadus.

Dirinya berdalih pemotongan BLT BBM tersebut untuk bayar pajak, sebab pajak saat ini sudah diaktifkan kembali.

“Saya rasa semua komunikasi, sudah tau dan setuju.sementara untuk nominalnya.kita pak kades mengusulkan untuk ngambil SPPT yang paling murah, yaitu Rp 6 ribu selama 10 tahun, jadi semua di ambil rata,” jelasnya melalui pesan WhatsApp nya.

Baca Juga :   TNI-Polri Gelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Sumenep

(Asm/red)