banner 728x90

Peletakan Batu Pertama Akan Dibangun Kantor MWC NU Kecamatan Manding

Peletakan Batu Pertama Akan Dibangun Kantor MWC NU Kecamatan Manding


SUMENEP, (Transmadura.com) – Peletakan batu pertama pembangunan kantor MWC NU Kecamatan Manding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, di jalan Raya Manding, Desa Giring, Minggu, (21/05/2023).

Acara dihadiri Wakil Ketua NU Sumenep, Forpimka, pengurus Ranting NU berbagai unsur tokoh Kiai, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan NU kecamatan Manding dan Muslimat NU setempat.

Peletakan batu pertama pertanda pembangunan kantor MWC NU Manding akan berlangsung, diawali dengan tahlil bersama.

Ketua MWC NU Kecamatan Manding, Ustadz Rudi Hartono, mengucapkan terimakasih kepada pengurus NU kecamatan manding dan para donatur,
berterimakasih kepada semua simpatisan yang ikut andil membatu secara materiil, pemikiran untuk bisa melancarkan proses pelaksanaan pembangunan kantor MWC NU Kecamatan Manding.

Baca Juga :   Tersandra di Kementerian, Realisasi Dana PI PT KEI Masih Suram

“Kami berterimakasih, karena MWC NU Kecamatan Manding ini menerima hibah tanah dari H Syamsul Arifin yang akan dibangun kantor,” kata Ustadz Rudi.

Dengan begitu, Majelis wakil Cabang Nahdatul Ulama kecamatan Manding bisa mempunyai gedung perjuangan, mempunyai gedung bersama melaksanakan jihad.

“Mari kita bersama sama membanguna gedung semua berjalan sukses, karena ini gedung bersama untuk memperjuangkan gedung ahlussunah waljama’ah, tempat untuk merawat generasi muda masa depan,” ungkapnya.

Wakil Ketua NU Kabupaten Sumenep, KH. Ach Subairi karim menyampaikan sangat mengapresiasi dan mendorong dalam pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU kecamatan Manding.

“Ini bukan hanya penanda infrastruktur tetapi penanda juga berkumpulnya semangat perjuangan keluarga Nahdiyin untuk terus bisa membangun nilai nilai Islam ahlussunah waljama’ah,” ujar KH Subairi.

Baca Juga :   40 Hektar Sawah di Manding Siap Diairi Dengan Pompanisasi

Sehingga, untuk menjaga nilai nilai Islam dan perjuangan untuk membangun harus mempunyai jiwa yang semangat.

“Tugas kita hanya ada dua untuk menjaga nilai nilai ahlussunah waljama’ah dan menjaga bangsa, karena menjaga masyarakat harus punya simbol semangat ,” tutupnya.

Selanjutnya setelah proses peletakan batu pertama pembanguna gedung MWC NU Manding, dilanjutkan doa bersama di lokasi.

(Asm/red)