Tak Berkategori  

PD Sumekar Disoal, TPP ASN Sumenep Terpotong 4 Bulan Hanya Terima Beras dua Kali?

SUMENEP, (Transmadura.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumenep pertanyakan Perusahaan Daerah (PD) Sumekar terkait beras yang sudah potong gaji setiap bulan.

Pasalnya, selama empat bulan terakhir ini disinyalir hanya dua kali diberikan, bahkan gaji sudah terpotong 4 bulan.

“ASN disuruh beli beras kepada PD Sumekar harus bayar lebih dulu, tapi berasnya harus menunggu, bayar 4 bulan dapat dua ,” kata Salah satu ASN di Sumenep, Anang Endro Prasetyo.

Anang menjelaskan, jika TPP sudah dipotong diberikan rapel pada bulan Desember untuk beras bulan Januari 2022.

“Januari – Februari saja belum diberikan, uang itu dikemanakan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, bahwa satu orang PNS gaji terpotong Rp 100 ribu lebih, Namun dengan jumlah PNS di Kabupaten Sumenep untuk bulan Februari-Maret kalau dikalikan dengan jumlah yang cukup besar.

Namun, lanjut Anang tidak diberikannya beras untuk bulan Februari dan Maret itu, PD Sumekar beralasan TPP belum keluar.

“Setelah Februari dan Maret TPP sudah keluar, hanya diberikan satu di akhir Maret. Pada bulan April diberikan satu lagi, seharusnya kita menerima tiga, jadi total empat bulan hanya diberikan dua. Untuk bulan Mei ini nanti terpotong lagi, padahal sebelumnya belum lengkap,” jelasnya.

Sehingga, pihaknya menyatakan sudah menunjukkan menunjukkan ketidak profesionalannya dari PD Sumekar yang seharusnya dibayar lalu dapat beras.

“ini malah dipersulit para ASN ini, kenapa tidak beli saja di pasar sesuai kebutuhan masing masing kalau hanya dipersulit, pasal rencana beras itu mau bayar zakat fitrah,” ujar Anang.

Dengan tegas Anang meminta dan sudah selayaknya Dirut PD Sumekar mengundurkan diri dan atau di copot dari jabatannya, sebab telah terbukti gagal dalam. beretika maupun kinerja.

“Itulah kenyataan yang ada….. Saya siap jadi saksi pelapor, baik sebagai pihak korban,” tegasnya.

Sementara, Direktur PD Sumekar Kabupaten Sumenep, Moh Riyadi belum merespon saat mau dikonfirmasi dengan persoalan tersebut, melalui telepon WhatsApp nya, dan pesan singkat belum terbaca.

(Asm/red)