banner 728x90
Tak Berkategori  

Ketua BANGGAR DPR RI MH Said Abdullah Serahkan Alsintan di 26 Desa di Sumenep


SUMENEP, (TransMadura.com) – Ketua Banggar DPR RI MH. Said Abdullah menyerahkan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada Masyarakat di 26 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (3/1/2022).

Penyerahan itu berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep yang didampingi langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Arif Firmanto.

MH. Said Abdullah mengatakan, bahwa dari 26 desa yang menerima bantuan Alsintan itu yang Rencana 100 unit tapi hanya 30 unit pada tahap 1 dibagikan untuk Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.

“Bagi yang menerima bantuan ini mari syukuri dan merawat, sebab merawat itu bagian dari tanda terimakasih kepada pemerintah,” kata MH. Said Abdullah dalam sambutannya.

Politisi senior PDI Perjuangan ini mengungkapkan, bahwa bantuan yang diberikan itu sudah dijalani sejak tahun 2010 lalu khusus untuk masyarakat Madura hingga berlangsung saat ini.

“Seingat saya ini berjalan sejak Bupati Busyro Karim mulai tahun 2010, minimal saya berikan 50 hingga 70 bantuan. Tahun ini ada 100 bantuan saya salurkan dan hampir setiap tahun,” katanya.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

Menurutnya, setiap tahun empat Kabupaten di Madura pasti mendapatkan bantuan mesin untuk pertanian.

“Kalau untuk saya datang ke sini, khusus. Saya salurkan se- Madura, walaupun jumlahnya berbeda dan hanya untuk Kabupaten Sumenep 100,” terangnya.

Bahkan secara teknis lanjutnya, bantuan tersebut diberikan langsung dan masyarakat tanpa melakukan pengajuan untuk mendapatkan mesin pertanian itu.

“Ini kan berbeda, kalau mereka lewat dinas semuanya birokratis. Tapi karena ini khusus permintaan saya ke Menteri Pertanian, maka bentuknya langsung hibah memotong mata rantai birokrasi,” paparnya.

Hal itu dilakukan matanya, untuk lebih memudahkan para petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan pada penerima manfaat.

“Itu saja kok, sederhana. Karena memang masyarakat atau petani kita sangat membutuhkan,” katanya.

MH. Said Abdullah mengatakan, jika fakta di bawah banyak bupati yang masih berteriak dan dirinya menyebutkan bahwa Kabupaten Sumenep sendiri masih perlu 4.900 bantuan mesin pertanian.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

“Nah, kalau hanya setiap hari 100 bantuan mesin untuk pertanian, ya sampai kuda makan besi tidak akan kelar-kelar nasib petani kita,” ucapnya dengan wajah tersenyum.

Disisi lain lanjutnya, bagaimana soal ketersediaan air dan pihaknya mengaku bahwa terkait ketersediaan air itu pihaknya telah mencoba mengajukan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK).

Setidaknya kata dia, embung-embung setiap Kecamatan minimal ada tiga.

“Bahkan kami mencoba, problem air ini kan semata-mata embung. Problemnya adalah semakin lama lingkungan kita rusak. Kita tidak ingin anak cucu kita dengan lingkungan yang buruk akan merasakan dampaknya,” katanya.

Dia menguraikan, emisi (pancaran) gas rumah kaca di Indonesia sudah menyumbang untuk dunia hampir 2 persen. Oleh karena itu, DAK tahun depan telah digagas per Kabupaten/Kota selain embung yang masuk DAK, akan mendapatkan alokasi dana 1 miliar untuk penghijauan.

“Karena yang paling pokok kalau embung dimana-mana, kemudian pada saat yang sama pohon ditebang dimana-mana, embungnya nggak guna juga,” katanya. 

(*)