Aksi Mahasiswa di Sumenep Tak Ditemui Anggota DPRD Hingga Robohkan Pagar

SUMENEP, (Transmadura.com) –
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) demo Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, (11/042022).

Pasalnya, mahasiswa menggelar aksi menyampaikan beberapa tuntutan terkait negeri ini dalam kondisi tidak baik.

Mahasiswa datang dengan membentangkan poster didepan kawat berduri sambil melakukan orasi secara bergantian yang dijaga ketat ratusan petugas keamanan dari unsur polri dan TNI.

Dalam orasinya, tuntutan mereka hampir sama dengan dengan mahasiswa di luar daerah dilakukan secara serentak menolak harga bahan bakar minyak, khususnya jenis pertamax yang mengalami kenaikan beberapa hari lalu.

“Kami menolak harga minyak goreng yang beberapa waktu belakangan melambung tinggi dan juga menolak wacana penundaan pemilu ataupun penambahan masa jabatan presiden,” ungkap salah satu orator aksi.

Baca Juga :   Komisi II DPRD Sumenep: Dua BUMD Belum Sehat

Menurutnya, selain itu juga menolak kenaikan harga BBM di tengah pandemi dinilai tidak memihak kepada rakyat. Juga dengan kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng yang terjadi belakangan ini,

“itupun disebut tidak memihak pada rakyat, bahkan mencekik rakyat, khususnya rakyat kecil,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan, menolak wacana penundaan pemilu, mahasiswa menyebut hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 7 yang isinya menyebutkan masa jabatan seorang presiden adalah 5 tahun dan dipilih lagi setelahnya dengan jabatan yang sama.

“masa jabatan presiden dibatasi dua periode. Apabila jabatan lebih dari dua periode maka sama halnya melanggar UUD 1945 yang sudah final, berharap tidak ada lagi yang berwacana dan mengotak-atik UUD 1945,” tegas orator.

Baca Juga :   Bersama Forkopimda, Dandim 0827/Sumenep Hadiri Hari Keluarga Nasional Yang Ke XXIX

Sementara, aksi tersebut tidak ditemui oleh ketua atau perwakilan dari anggota DPRD Sumenep, sehingga mahasiswa akhirnya masuk ke halaman kantor legislatif, dengan merusak merobohkan salah satu pagar kantor legislatif.

(Red)