banner 728x90

Aroma Khas Terasi Pasongsongan Sumenep, Bebas Residu Kimia


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Kecamatan Pasongsongan, yang teletak di barat daya, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Disana adalah daerah pemukiman pesisir, sebagian persen masyarakatnya sebagai nelayan.

Sehingga, masyarakat nelayan yang bermukim di pesisir pantai Desa Panaongan ini, mengolah hasil tangkapan, dibuat terasi produksi tradisional, mengembangkan usaha turun temurun.

banner 728x90

Selain itu, warga pesisir ini, juga beraktifitas produksi kerupuk, petis, pentol, snack, diolah dengan citarasa terbaik dan terjaga keasliannya.

Tidak heran, kalau hasil produksi terasi bisa menembus pasar luar daerah, karena kualitas terjamin tidak memakai bahan pewarna kimia. Sehingga, tidak diragukan kualitas kemurnian terasi itu terjamin asli dan halal.

Sebab, ditengah pasaran yang sangat kapitalistik yang ditemui banyak terasi campuran berbahan kimia yang berbahaya pada tubuh, hanya demi meraup keuntungan besar.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Hal itu dikatakan pengusaha Terasi Desa Panaongan, Siti Saleha, bahwa produksi terasi kualitas kemurnian tetap selalu terjaga, sebab, selama ini memproduksi terasi di Desa Kecamatan Pasongsongan, diproduksi secara tradisional dari turun temurun.

“Kami produksi terasi tetap memakai tradisional, dan terjamin tidak bahaya pada kesehatan,” kata Siti saleha kepada media ini.

Hingga saat ini, terasi panaongan masih digemari oleh masyarakat pribumi maupun wisatawan. Aroma khas udang panaongan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panaongan.

Pembuatan terasi udang cukup mudah, dengan mencampurkan udang  dan garam yang kemudan ditumbuk hingga halus. Setelah itu dijemur di bawah terik matahari, terasi pun siap untuk diolah menjadi bumbu dapur.

“Takhayal banyak penduduk desa tetangga yang memburu olahan di desa kami, Panaongan pasongsongan. Hal yang perlu diperhatikan juga, bahwa laut kami jauh dari limbah industri,” ungkapnya.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak Udang  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Tidak seperti di daerah kota besar, jelas Saleha, yang perairan telah tercemar berbagai zat limbah kimia yang berbahaya.

“Makanya kami bilang keaslian terasi di Pasongsongan ini di jamin, karena lautnya bebas dari limbah kimia yang mengakibatkan bahaya pada kesehatan,” tuturnya.

Selain itu, khas terasi pasongsongan Desa Panaongan ini, kalau dibuat tanpa campuran tepung, kalau buat masakan bumbu sambal terasi aroma yang bikin ngiler.

“Bagi yang cinta tubuh kita, memilih terasi. ingat, bukan hanya kualitas terasi yang sekedar asli namun juga dari perairan mana, apakah perairan laut tercemar limbah kimia, atau perairan bebas limbah,” tutupnya.

(Nofika/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *