SUMENEP, (TransMadura.com) –
Acara memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia digelar koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Hotel Utami jalan trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur, selasa (11/12/2018).
Acara dengan tema ” Membagun Kebersamaan Dalam Pencegahan Korupsi” yang diselengarakan Koalisi terdiri dari LSM DPC LIPK, LAKI, GARIS, GASAK dan FORMATIF ini, menghadirkan pemateri Kejari Sumenep, Kapolres, perwakilan KPK dan mengundang 200 orang dari berbagai unsur penyelenggara negara SKPD, camat, AKD, Wartawan dan LSM di Sumenep.
Saat acara dibuka Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH dalam sambutannnya menyampaikan, peran LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Sumenep, Madura, Jawa Timur. harus menjadi kontrol birokrasi, khususnya termasuk pembangunan kota Sumekar lebih baik.
“LSM harus menjadi kontrol bagi pembangunan di Sumenep. Lembaga swadaya ini harus memberikan pengawasan, ” kata Achmad Fauzi dalam sambutanya.
Menurut Suami Nia Kurnia ini, LSM harus kembali kepada peran dan fungsi sebagai social control. “Perannya pengawasan bukan menakuti-nakuti. Namun, harus memberikan evaluasi dan perbaikan ke depan. Jangan sampai penangkapan LSM ada lagi, karena menakut nakuti, ” ucapnya dengan serius.
Selain itu, wabup juga menyindir media dalam memberitakan informasi, utamanya terkait korupsi. Jangan sampai ada kesan menjustice atau menghakimi. “Jadi kadangkala judul menghakimi, tak sesuai dengan isi. Saya minta profesional dan mengacu kode etik Jurnalistik, ” tuturnya.
Pengusaha muda sukses ini menambahkan, korupsi sudah menjadi momok. Dan, fakta ini harus dilakukan pencegahan. “Saya berharap perbuatan korupsi bisa ditekan dan dicegah di Sumenep dengan kontrol semua elemen masyarakat, ” tukasnya. (Asm/Fero/Red)


