banner 728x90

Dinas PUTR Sumenep Terjunkan Tim Satgas Merah Sasar Titik Kota Pemicu Genangan

Dinas PUTR Sumenep Terjunkan Tim Satgas Merah Sasar Titik Kota Pemicu Genangan


SUMENEP, (TransMadura.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus upaya menjaga kebersihan antisipasi genangan air.

Satgas (satuan tugas) fokus menangani tiga masalah yang selalu menjadi keluhan penyebab terjadinya banjir, yakni drainase sering tersubat, sungai kotor dan jalan berlubang.

banner 728x90

Perbaikan infrastruktur kota yang menjadi sasaran tim satgas merah dan kebersihan lingkungan yang memicu genangan air.

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan bahwa Satgas Merah bertugas membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah yang bisa memicu genangan saat hujan turun.

“Mereka bekerja setiap pagi di sejumlah titik rawan, seperti gorong-gorong di Jalan Setia Budi yang sempat dipenuhi sampah rumah tangga,” Ungkapnya.

Baca Juga :   Babinsa Dungkek Bantu Pemasangan Bata Program Rutilahu Warga

Pembagian tugas Satgas yang di Kali Marengan difokuskan untuk mengangkat endapan sedimen dan sampah dari aliran Kali Marengan.

Sedangkan rute kerja dari Kampung Arab hingga Geledak Rantai, 25 anggota satgas ini menjadi garda depan dalam mencegah pendangkalan sungai yang bisa menyebabkan banjir saat musim hujan.

“Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Sebagian warga masih membuang sampah sembarangan ke sungai, bahkan dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari,” Katanya.

Sehingga, lanjut Eri sampah seperti pampers, pembalut, dan plastik menjadi penyumbang utama yang mempercepat pendangkalan sungai.

Hal ini kalau dibiarkan, menurutnya air akan meluap ke jalan, memperparah kondisi infrastruktur dan mempercepat kerusakan jalan. “Inilah yang menjadi alasan adanya Satgas Tutup Lobang. Satgas ini ditugaskan untuk menambal jalan berlubang yang kerap membahayakan pengendara,” ujarnya.

Baca Juga :   PAD Stagnan, DPRD Sumenep Dorong Pemerintah Serius

Eri menyebutkan langkah ini sebagai tindakan preventif agar keluhan warga tidak menumpuk dan pelayanan publik tetap optimal.

“Pada intinya kita perlu dukungan dari masyarakat, selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tanpa dukungan masyarakat usahan yang kami lakukan tidak akan berjalan dengan lancar, ada saja kendala,” tutupnya.

(*)

banner 336x280