Hukum  

Soal Tragedi Tembak Mati, Warga dan Kiai Desa Gadu Barat Memburu Keadilan

SUMENEP, (Transmadura.com) – Soal tragedi penembakan terhadap pria asal desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, pada 13 Maret 2022, para kiai dan pemuda Desa setempat menggelar aksi solidaritas pembacaan tahlil dan doa di depan Masjid Jamik Sumenep, Rabu (23/3/2022) pukul 20.25 WIB.

Tahlil dan doa bersama itu digelar atas meninggalnya korban Herman (24) di JL. Raya Adirasa Desa Kolor Sumenep setelah ditembak hingga tewas oleh oknum Polisi Polres Sumenep.

Belasan Pick Up dan Mobil rombongan jamaah aksi solidaritas mulai datang di depan Masjid Jamik Sumenep.

Ketua Pemuda Desa Gadu Timur, Rosi mengatakan bahwa kegiatan doa bersama ini sengaja digelar untuk mengetuk pintu langit (dikhususkan untuk Allah SWT, Nabi Muhamad SAW dan Alm Herman) agar keadilan atas tewasnya Herman tersebut bisa terwujud.

Baca Juga :   Begal Payudara Berhasil Diamankan Sat Rekrim Polres Sumenep

“Kalau dari kemaren (demonstrasi kemanusiaan) itu sudah menggoncang bumi, maka malam ini kita bersama-sama menggoncang langit (dengan tahlil dan doa),” kata Rosi yang memakai kopyah warna hitam didepan para jamaah tahlil dan doa tersebut.

Atas nama pemuda Desa Gadu Timur Sumenep lanjutnya, keadilan untuk alm Herman dipasrahkan semua kepada Allah SWT.

“Supaya alm taretan Herman (tewas terkapar setelah ditembak mati oknum polisi) dan berharap mendapatkan keadilan yang benar-benar adil,” desaknya.

Pihak pemuda bersama keluarga alm Herman di Desa Gedu Timur Sumenep mengaku tidak terima dan belum ikhlas atas tragedi 13 Maret 2022 tersebut.

Aksi solidaritas pembacaan tahlil dan doa bersama untuk korban Herman (alm) di depan pintu masuk Masjid Jamik Sumenep, tepatnya di JL. Raya Trunojoyo Sumenep ini dipimpin langsung oleh Habib Abdullah.

Baca Juga :   Pemutakhiran SPPT PBB - P2, Pemkab Sumenep Gratiskan

(Red)