banner 728x90

Penyaluran BLT BBM di Sumenep Ada Dua Bagian Pemkab dan PT Pos

Penyaluran BLT BBM di Sumenep Ada Dua Bagian Pemkab dan PT Pos


SUMENEP, (Transmadura.com) – Progam pemerintah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pemerintah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hanya mendapatkan 2500 keluarga penerima manfaat (KPM).

Pasalnya, BLT BBM dibagi beberapa model, penyaluran melalui PT Pos dan penyaluran melalui pemerintah kabupaten (pemkab).

“BLT ada tiga model, BLT BBM Pertamax, BLT BBM yang lewat PT pos penyalurannya cukup dengan penerima PKH,” kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sumenep Achmad Zulkarnain.

Menurutnya, BLT BBM yang lewat pos ada dua, yakni BLT BBM Rp 300 ribu selama dua bulan Rp 150 ribu, dan BLT sembako bulan September sebesar Rp 200 ribu per KPM dapat Rp 500 ribu. “Itu BLT BBM yang penyaluran melalui PT Pos,” ungkapnya.

Baca Juga :   Puskesmas Manding Serap Permasalahan Kesehatan di Tiap Desa

Sedangkan penyaluran BLT BBM melalui Pemerintah daerah kabupaten Sumenep, pihaknya mengatakan dengan besaran Rp 300 ribu selama tiga bulan yang diperuntukkan untuk para nelayan, Ojol (ojek), pedagang asongan UMKM dengan total kuota 2500 KPM.

“Kuota pemkab 2500 KPM diluar penerima bantuan yang melalui PT Pos,” jelas mantan camat Lenteng.

Sehingga, Zul panggilan akrabnya menjelaskan, untuk BLT BBM melalui Pemda saat ini masih stressing takut tumpang tindih dengan penyaluran PT Pos.

Sedangkan pengajuannya, sudah di OPD Masing masing, seperti nelayan di Dinas Perikanan setempat, Ojol (ojek) dapat data dari Forpumkim, UMKM data dari Disperindag dan Koperasi.

“Nanti tidak akan dapat semuanya, kuotanya kita hanya mendapatkan 2500 KPM saja,” tutupnya.

Baca Juga :   Danramil 12 Dasuk Apresiasi Siswa Siswi Yayasan Al-Ishlah di Wisuda

(Asm/red)