banner 728x90

Mangkraknya Dua Bangunan SPBU Milik PT WUS Terus Disoal, Hutang Negara Terus Berjalan

Mangkraknya Dua Bangunan SPBU Milik PT WUS Terus Disoal, Hutang Negara Terus Berjalan


SUMENEP, (Transmadura.com) – Soal dua bangunan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) milik PT Wirausaha Sumekar (WUS) terus bergulir. Pasalnya dua POM Bensin sampai saat ini belum dioperasikan, hutang negara akan terus berjalan.

Hal itu disampaikan, Pengamat dan praktisi hukum sekaligus sebagai Penasehat LBH SAKERA, Syafrawi, SH, bahwa mangkraknya dua pom bensin milik PT WUS sangat disayangkan belum dioperasikan.

Padahal, menurut Syafrawi ini, bangunan SPBU tersebut menyangkut aset daerah yang juga menggunakan uang negara.

“Keuangannya bangunan juga menggunakan anggaran yang tentunya jika cepat beroperasi sudah jelas akan berkontribusi dalam PAD APBD Sumenep,” katanya.

Namun, lanjut Ketua Peradi Madura Raya ini, sebaliknya bila tidak kunjung beroperasi tentu hutang akan terus berjalan pembiayaan dua pom tersebut.

Baca Juga :   Pastikan Pemilu Aman dan Lancar, Dandim Sumenep bersama Forkopimda Tinjau TPS

Oleh karena itu, Syafrawi menegaskan harusnya direksi PT WUS punya planning yang jelas dan visioner untuk mengembangkan BUMD bukan hanya sekedar duduk manis menikmati fasilitas tanpa berfikir.

“Bagaimana unit-unit usaha perusahaannya berkembang pesat berjalan sesuai planningnya, kalau yang ada dibiarkan saja,” ujarnya.

Sehingga, sudah seharusnya Komisi II DPRD Sumenep memanggil Dirut PT Wus untuk mempertanggungjawabkan apa yang menjadi kendala atas mangkraknya 2 pom bensin itu.

“Kalau memang sudah tidak mampu memimpin BUMD lebih baik mundur,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua pom bensin yang menjadi aset PT WUS itu, berada di Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Batang-batang. Saat ini kedua SPBU ini sudah berdiri kokoh, namun belum melayani pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) kepada masyarakat lantaran belum beroperasi.

Baca Juga :   Sambangi Peternak Ayam, Babinsa di Saronggi Bantu Berikan Pakan

Direktur PT Wus Moh Reza menjelaskan, jika dalam waktu dekat akan segera dioperasikan, karena ada hal yang perlu diselesaikan. “Mungkin dalam tiga bulan ke depan kami target sudah bisa dioperasikan,” katanya kepada media saat ini saat berada di gedung dewan.

(Asm/red)