banner 728x90

Kritik Kinerja Damkar Sumenep, Anggota DPRD Dibuli Warganet

Kritik Kinerja Damkar Sumenep, Anggota DPRD Dibuli Warganet


SUMENEP, (Transmadura.com) – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep menjadi bulian warganet saat mengkritisi kinerja Satuan Pemadam Kebakaran (Satdamkar) setempat.

Pasalnya anggota DPRD dari fraksi Partai Amanah Nasional (PAN) Musahwi menilai kinerja Damkar “lambat” saat penanganan peristiwa kebakaran toko Sparepart di Kecamatan Kalianget.

“Kurang sigap lambat,” kata Musahwi unggahan dengan kiriman video kebakaran yang ditujukan ke kepada Satdamkar Sumenep.

Namun pernyataan Musahwi itu memantik respon negatif dari berbagai kalangan aktifis, di salah satu group WhatsApp “ADV PKP”.

“Dewanna soro toron mak le tao ka lakona oreng beremma carana oreng berjuang untuk memadamkan api tsb. (Dewannya suruh turun biar kerja orang gimana caranya orang berjuang untuk memadamkan api),” kata anggota group WhatsApp ADV PKP yang lain.

Bahkan, bulian yang lain bermunculan. “Ajukan anggaran…??? Sumenep beda dg Damkar…Anggaran hanya 40 juta setahun….selama Damkar ada tdk ada anggaran utk Alat Pelindung diri….layakkah seorang anggota dewan berbicara Damkar tdk Sigap,” ucapnya dalam chatingannya.

Baca Juga :   Semangat Babinsa Kodim 0827/Sumenep Bantu Petani Cabut Benih Padi

“Klu perlu visi misi anggota dewan…jgn pokir yg digaungkan,” kata Didik aktivis kepulauan.

Menurut Didik dalam chatannya, ucapan Musahwi sebagai anggota DPRD Sumenep menilai sedang mengkritik dirinya sendiri.

“Pak Dewan sedang mengkritik diri sendiri yang tidak pernah sigap akan persoalan rakyat.
“Semoga tdk ada kebakaran rumah anggota dewan di Sumenep,” ungkapnya.

Peristiwa kebakaran toko milik Zainol Hasan warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep itu terjadi pada Sabtu, (17/9/2022) sekitar pukul 18:35 wib. Kebakaran dipicu akibat api yang timbul dari alat tambal ban.

Menurut Widi, saat peristiwa terjadi terdapat seorang yang menambal ban. Sementara pemilik toko sedang menuangkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dari jerigen ke botol eceran. Kemudian BBM itu tumpah ke tanah hingga menjalar ke tungku pembakaran tambal ban. Sehingga api langsung menyambar tumpahan BBM pertalite yang tumpah tersebut.

Baca Juga :   Minimalisir Pelanggaran, Kumdam V/Brawijaya Beri Penyuluhan Hukum di Kodim 0827/Sumenep

“Kemudian api membesar dan seketika menjalar dan membakar isi yang ada dalam bengkel,” jelas Widi.

Sontak, pemilik toko bersama warga berusaha untuk memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya berupa air dan pasir. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga menghanguskan bangunan toko yang didalamnya terdapat sepeda motor, oli, bensin, dan LPG 3 Kg.

“Api baru bisa dipadamkan sekitar Pukul 19.30 Wib setelah 3 unit mobil Damkar di kerahkan ke lokasi kejadian,” jelas Widi.

Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami luka ringan pada kaki sebelah kanan. “Adapun kerugian atas kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp. 300 juta,” jelas Widi.

(Asm/red)