banner 728x90

Harga Beras di Sumenep Terus Meroket Hingga Tembus Rp13.500

Harga Beras di Sumenep Terus Meroket Hingga Tembus Rp13.500


SUMENEP, (Transmadura.com) – Harga beras di tingkat konsumen pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus meroket.

Pasalnya, Kenaikan harga beras ini sudah berlangsung cukup lama, dalam sebulan terakhir laju kenaikan harga beras di dalam negeri sepertinya kian tak terkendali.

Hasil pantauan media ini, harga beras dibawah terbaru mencapai hingga Rp13.500 per kilogram. Sedangkan harga di huller, sampai Rp13.100 per kilogram.

Padahal, pada 8 September lalu, harga beras hasil pantauan dilapangan masih di angka Rp12.500 per kilogram.

Menurut pedagang sembako di Pasar Ganding, mengatakan, bahwa beras medium hari ini dijual dengan harga paling murah Rp13.500 per kilogram. Padahal, harga normal beras bermutu sedang ini sebelumnya hanya berkisar Rp 10.500 sampai Rp 11 ribu per kilogram.

Hal itu disebabkan beras merupakan komoditas pokok harian. “Nasi kan harus ada setiap hari di meja makan, tapi saat ini harga beras mahal,” ungkap Suratun salah seorang ibu rumah tangga, yang ditemui di pasar.

Baca Juga :   Hendak Besuk Orang Sakit, Rombongan Pic Up Tabrak Motor Hingga Ringsek

Dia mengaku, harga Rp 13 ribu per kilogram tersebut merupakan harga beras mutu sedang atau mutu biasa. Dibandingkan kemarin sebelum harga beras mengalami kenaikan uang Rp 13 ribu sudah bisa dapat beras dengan kualitas yang relatif lebih bagus.

“Sekarang, dengan uang Rp 13 ribu cuma dapat beras mutu biasa. Sebagai ibu rumah tangga saya sangat mengeluhkan kenaikan harga beras ini,” tandasnya.

Apa yang dikeluhkan Suratun terkait kenaikan harga beras, diamini oleh toko Munip.

Menurutnya, harga beras terus megalami kenaikan secara bertahap mulai dari besaran nominal Rp 200, Rp 1.000 dan hari ini akumulasi kenaikan harga beras ini sudah tembus Rp 2.000 per kilogram.

Yang dia rasakan lonjakan kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak awal Agustus 2023. “Bahkan besaran kenaikan harga hingga Rp 2.000 per kilogram dari harga normal ini, juga berlaku untuk semua jenis beras di pasaran,” kata Munip.

Baca Juga :   Sumber Air Sudah Muncul di Batu Putih Daya, Lanjut Pemasangan Casing

Hari ini, jelasnya, harga beras yang paling murah Rp 12 ribu per kilogram. Yakni beras dengan kualitas paling rendah. Sedangkan kualitas medium atau setara medium dikisaran Rp13.500.

Sedangkan untuk beras jenis kualitas premium sekarang sudah Rp 15 ribu – Rp 16 ribu per kilogram di tingkat konsumen.

Tidak hanya beras eceran, beras dalam kemasan juga tak luput dari kenaikan harga. Bahkan untuk beras dalam kemasan, selisih kenaikan harganya sekarang sudah berkisar Rp 2.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya.

Menurut Munip, kenaikan harga beras di tingkat konsumen ini menyesuaikan dengan harga beras yang juga sudah naik di tingkat pedagang. Berdasarkan penuturan dari pemasok, harga beras terdongkrak naik akibat pasokan yang berkurang.

“Informasinya, sejak musim kemarau ini pasokan beras dari petani juga berkurang, jadi harganya juga mengalami kenaikan atau menjadi lebih mahal,” ungkapnya.

(Asm/red)

Tinggalkan Balasan