Hukum  

Dandanan Menor, Pemeran Video Wanita Telanjang Bulat “Orang Gila”, Ini Kata Kadus

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Berdarnya Video wanita telanjang, yang diduga pemeran orang Desa Baragung, Kecamatan Guluk – Guluk , Sumenep, disinyalir orang gila. Pasalnya, wanita tersebut menyebar video telanjang melalui Medsos yang menghebohkan warga setempat, diunggah berdurasi 1 menit 11 detik.

Bahkan, kabarnya kasus keluar LP penegak hukum, sehingga, warga setempat membenarkan dengan kabar itu dan membuat statemant wanita itu orang gila.

Kepala Dusun Lengkong Timur, Desa Baragung, Muhdar, membenarkan, pemeran video telanjang itu adalah wanita asal dusun Lengkong deje desa setempat bernama MJ.

“Ya wanita itu orang dusun lengkong deje,,” kata Muhdar, kepada media ini melalui telepon selulernya.

Dirinya memastikan, bahwa perempuan yang menyebar video porno dan sebagai pemerannya tersebut wanita gila (stres). “Itu stres orangnya. mungkin karena suaminya, kan sudah beberapa kali bersuami akhirnya stres,” ngakunya.

Baca Juga :   Kecelakaan Tunggal Truk Ringsek Terguling di Jalan Nasional Nambakor

Menurutnya, kelakuan wanita itu kesehariannya, selalu keluar dengan dandanan yang tidak pada umumnya selalu menor.

“Mereka tidak waras sudah lama,
wanita tersebut seperti orang gila setiap hari keluar dan selalu ada di pasar,” ungkapnya.

Gangguan jiwa itu, jelas Muhdar membuat hilang rasa malu selalu berada di pasar. Bahkan kalau ada tontonan atau keramaian selalu ada.

“Rasa malu saat ini sudah hilang dan memakai dandanan menor layaknya orang gila, Kalau ada orkes pasti wanita itu naik panggung, memang orangnya gila,” ucapnya.

Sebelumnya beredar di media,
Penyebar dan pembuat video perempuan telanjang di desa Baragung yang menghebohkan masyarakat.

Versinya, persoalan tersebut sudah terbit LP namun sampai saat ini pihak Polres belum dapat menangkap.

Baca Juga :   Dianiaya Hingga Muka Dikasi Cabe Rawit, Warga Pragaan Daya Lapor Polisi

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, tidak bisa merespon, sebab saat ini masih tidak bisa diganggu membuat laporan ke Polda.

“Maaf dulu ya, kami saat ini masih buat laporan ke Polda, sabar dulu,” ujarnya kepada media ini.

(Madi/red)