Hukum  

Berlagak Preman, Karyawan SPBU Batuan Dipolisikan

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Wartawan Online CNN melaporkan Karyawan SPBU 53.694.10 ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, Karyawan SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Batuan diduga memberikan perlakuan kurang enak dengan pencemaran nama baik.

Sesuai TBL (Tanda Bukti Lapor) Nomor: TBL/B/31/11/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR datang ke kantor Mapolres setempat didampingi sejumlah media.

Awal peristiwa terjadi, saat wartawan Media Online Cyber Nusantara News (CNN) Nahriyadi, mau mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU Batuan tersebut, Kamis (27/1) kemarin.

Sesampainya dilokasi, Nahriyadi melihat petugas SPBU mengisi BBM ke jerigen yang berada di dalam mobil minibus di depan antriannya. “Saat itu kami teringat peristiwa kebakaran perahu muat BBM, karena tugas kami pewarta spontan saya menuju dispenser Pertalite,” kata Nahriyadi.

Baca Juga :   Pemutakhiran SPPT PBB - P2, Pemkab Sumenep Gratiskan

Menurutnya, pihaknya mengambil HP Android nya untuk dokumentasi yang dinilai sudah menyalahi aturan regulasi Pertamina. Namun, manajemen SPBU Batuan inisial U, tiba-tiba menghampiri dan memaki-maki Nahriyadi (Wartawan Media CNN) dengan nada kasar..

“Bekna tangabas matana yeh, aria kan la jelas, dilarang mengamera di areal pom, monta’ olle izin deri ngko’, padahal Wartawan selaen njek’ tak padena bekna
(Kamu tidak melihat matanya ya, kalau disitu ada tanda larangan dilarang mengambil gambar di areal pom tanpa seizin saya, padahal Wartawan lain tak seperti kamu, red),” ungkapnya meniru perkataan pihak SPBU.

Bahkan, karyawan lain Inisial H, jelas Nahriyadi datang berlagak wartawan mengambil gambar Wartawan CNN dengan berteriak tuduhan “Ini Media Pemeras, ini Media Pemeras, Ini Media Pemeras,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mantan Anggota DPRD Sumenep Diduga Jatuh Dari Lantai 8 di Apartemen Jakarta

(Asm/red)