banner 728x90

Begal Payudara Berhasil Diamankan Sat Rekrim Polres Sumenep

Begal Payudara Berhasil Diamankan Sat Rekrim Polres Sumenep


SUMENEP, (Transmadura.com) – Sat Reskrim Polres Sumenep Madura Jawa Timur telah berhasil mengamankan pelaku begal payudara yang lagi viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Sumenep Akp Widiarti S.,S.H mengatakan bahwa pelaku yang berinisial AF, Laki-laki, Sumenep 01 September 2000, Tidak bekerja, Dusun Pandi Desa Mandala Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep telah berhasil diamankan oleh unit resmob, yang dipimpin langsung Kanit Resmob Ipda Sirat.,S.H

“Berawal pada hari Selasa tanggal 21 Juni 2022 pelapor Bunga (Bukan Nama Sebenarnya) 21 tahun, Perempuan, Islam, Wiraswasta, Desa Beluk Raja Kecamatan Ambunten berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan tujuan Kecamatan Kota Sumenep, saat perjalanan di Desa Giring Kecamatan Manding ada seorang laki-laki yang mengikutinya.

Baca Juga :   Bajak Sawah Mulai Bersiap Tanam Tembakau di Batu Putih

Laki-laki tersebut mengendarai sepeda motor Yamaha Lexi warna abu-abu kombinasi hitam, mendekati dan menyalip dari arah kanan, selanjutnya tangan laki-laki tersebut memeras payudara pelapor dan langsung melarikan diri dengan kencang tak terkejar oleh pelapor.

Akibatnya pelapor merasa takut dan trauma sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manding. Mendapat Laporan tersebut Kanit Resmob Ipda Sirat bersama anggotanya melakukan lidik dan berhasil mengamankan AF di rumah Jibno Desa Aeng Merah Kecamatan Batuputih pada hari Senin tanggal 27 Juni 2022.

Dari terlapor berhasil diamankan Barang Bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Lexi warna abu-abu dengan plat nomer M-4957-XD dan 1 buah baju warna merah serta sarung warna hijau yang digunakan pada saat melakukan begal payudara. Selanjutnya terlapor diamankan ke Polres Sumenep untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :   Letkol Inf Yoyok Wahyudi Jabat Dandim 0827/Sumenep, Sertijab Dipimpin Danrem 084/BJ

Atas perbuatannya terlapor dijerat pasal 281 KUHP dan atau pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” ungkap Kasi Humas.

(Red)