Transmadura.com, Sumenep – Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Diabudparpora) Sumenep, Madura Jawa Timur Sufiyanto diminta untuk mundur dari jabatannya. Alasannya, Kepala Disbudparpora dinilai gagal dalam mengurus masalah wisata dan kesenian di kota Sumekar.
Tuntutan itu disampaikan dalam aksi yang digelar oleh Mahasurya, Laksamuda dan Gempar. Para peserta aksi melakukan orasi menuntut kepala Disbudparpora mundur. Sebab, dianggap tidak memenuhi kebutuhan wisata di Sumenep, baik infrastruktur, Konsep dan SDM, termasuk penyelamatan aset dari asing.
Selanjutnya, mereka diterima kepala Disbudparpora untuk melakukan hearing di ruang tunggu diabudparpora. Terjadi dialogis antar pihak Dinas dengan pengunjuk rasa. Setelah selesai para pengunjuk rasa ini langsung membubarkan diri. “Kepala Dinas Harus mundur, dan juga harus ada perombakan struktur di dalamnya,” kata Mahfud, Orator aksi.
Menurutnya, Sufi dinilai gagal mengawal wisata, utamanya dalam menyiapkan Sumenep Visit 2018. Sehingga, sangat tidak layak dipertahankan.” Coba saja lihat, Design pengembangan tidak jelas, perencanaan amburadul, tidak ada konsolidasi gagasaan dan seniman di Kota Sumenep ini tidak bisa dimediasi untuk untuk ikut menopang wisata dan budaya Sumenep,” ujarnya.
Yang paling parah, sambung dia, Disbudparpora tidak bisa mengakses investasi dari lokal, melainkan malah menunggu pihak asing. “Ini sangat kami sesalkan. Jika pihak asing yang bekerja, maka otomatis masyarakat akan dirugikan. Ini sangat memberikan dampak negatif,” tuturnya.
Kepala Disbudparpora Sumenep Sufiyanto menjelaskan, pihaknya memastikan akan mempertimbangkan aspirasi para pemuda untuk dijadikan kebijakan. Yang terpenting semua sesuai dengan RPJMD (Rencana pembangunan jangka menengah daerah). “Aspirasi mahasiswa tentu saja akan kami tampung,” ungkapnya. (asm/hy)


