SUMENEP, (TransMadura.com) –
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, mendorong para peternak telur tidak mengalami kerugian akibat pakan mahal.
Langkah strategis, pemerintah akan menyalurkan stok cadangan jagung pemerintah
SPHP program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan melalui Perum Bulog.
“Program itu khusus membantu peternak rakyat atau peternak mikro,” Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid.
Menurut Inong, hal itu bertujuan untuk menekan tingginya biaya produksi akibat harga pakan terus naik dan meredam gejolak harga jagung pakan yang sering melonjak.
“Tentunya bulog akan merealisasikan jagung pemerintah SPHP, dengan mekanisme membentuk wadah Koperasi Peternak untuk menentukan populasi kebutuhan,” Jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk data produksi ayam petelur sampai Agustus 2026 ada 6,7 ton, sedangkan kebutuhan rumah tangga kisaran 8ribu ton. “Ada selisih kebutuhan telur ayam rumah tangga 2.700 ton,” Ungkapnya
Sedangkan ayam pedaging, produksi hanya 1600 ton sedangkan kebutuhan 9ribu ton. jadi sangatlah banyak kekuarangan untuk ayam pedaging, dari kebutuhan dan peternak.
“Kami berharap ada keinginan nyata dari para peternak betul betul pasar dan harganya nyata,” Tutupnya.
(*)















