banner 728x90

Wali Murid Sekolah FIES Sumenep MoU Ternak Ayam Bersama Owner MH Said Abdullah

Wali Murid Sekolah FIES Sumenep MoU Ternak Ayam Bersama Owner MH Said Abdullah


SUMENEP, (TransMadura.com) – Fathimah International Elementary Scool (FIES) menggelar Halal Bihalal dan Penandatanganan Kerjasama teenak ayam bersama MH. Said Abdullah sebagai Owner Fathimah Banti Said Gauzan, pada Selasa, (24/3/2026).

Acara dilaksanakan di Auditorium Abdullah Syechan Bagraf jalan raya Manding Dasuk, kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, dihadiri para petinggi sekolah internasional dan ratusan wali murid.

banner 728x90

Penandatanganan MoU kerjasama ternak ayam dilakukan orang tua siswa merupakan ajang silaturrahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah sekaligus menjalin kerjasama dengan wali murid dalam program pemberdayaan ekonomi berbasis sekolah melalui usaha ternak ayam.

Pada kesempatan itu, Owner FIES Sumenep, MH Said Abdullah menjelaskan, tujuan paling utama dari program ini adalah bagi wali murid, agar lebih merasa memiliki terhadap sekolah. Sebab, murid dan orang tua adalah bagian dari keluarga FIES. Sedangkan FIES adalah bagian yang tidak terpisahkan dari murid dan wali murid.

“Bapak ibu telah memberikan kepercayaan kepada kami. Kami punya kewajiban untuk mengantarkan putra-putri kita menggapai cita-citanya. Kami berkomitmen agar para siswa di FIES memiliki modal pengetahuan yang lebih di semua aspek,” ungkapnya saat menyapa ratusan wali murid yang hadir.

Dia menegaskan, hanya FIES satu-satunya sekolah internasional yang tidak memungut biaya pendidikan. Hal itu, untuk memastikan bahwa generasi penerus di Sumenep bisa mendapat pendidikan yang layak dengan akses fasilitas, sarana dan prasarana yang sangat memadai dalam menunjang proses pembelajaran.

Baca Juga :   TMMD ke-127 Masuk Hari ke-10: Pengerjaan Sasaran Fisik dan Nonfisik Semakin Dikebut

“Saat ini kami tengah membangun 18 ruang kelas baru untuk jenjang SD. Karena tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di FIES. Kami pun dalam proses membangun gedung SMP. Membangun sekolah ini butuh biaya besar. Tapi akan kami usahakan untuk persoalan itu. Yang terpenting, tetaplah bersama kami. Kami terus berusaha memberikan yang terbaik bagi anak didik kita. Kami ingin siswa FIES bisa berdikari,” paparnya.

Diharapkan, para lulusan FIES bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. Mampu bersaing di tingkat internasional.

“Itulah harapan dan mimpi besar kami. Oleh karena itu, mari dukung proses pembelajaran anak didik kita. Dukung kemajuan sekolah. Karena itu semua untuk kebaikan masa depan anak kita,” jelas Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, para penerima kontrak kerjasama (wali siswa) ternak ayam setiap Enam Bulan Menyetorkan Satu Ekor Anakan Ayam

Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Hilmy Gauzan, M.Kom., memaparkan, program kerjasama ternak ayam ini diharapkan bisa berkembang menjadi ekosistem ekonomi berbasis sekolah yang berkelanjutan. Selain itu, program ini dapat memberi manfaat luas.

“Ini langkah awal. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya membantu ekonomi keluarga siswa, tapi juga bisa mendukung pengembangan sekolah ke depan,” tambahnya.

Penasehat Komite FIES Sumenep, Abrari M.Psi., mengatakan, dalam skema program tersebut, setiap wali murid mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 600 ribu. Dana itu digunakan untuk membeli satu ekor ayam jantan dan tiga ekor ayam betina sebagai bibit awal usaha ternak yang akan dikelola di rumah masing-masing. Sebagai langkah awal, pihak sekolah bersama wali murid menandatangani kerja sama (MoU) sebagai bentuk komitmen menjalankan program ternak ayam secara berkelanjutan.

Baca Juga :   Progres 65 Persen, TMMD 127 Rehab RTLH Warga Desa Mandala

“Kerjasama ini berlaku selama menjadi siswa FIES Sumenep. Jadi kalau masih kelas 1, berarti kerjasama ini berlaku sampai dengan lima tahun ke depan. Karena kelas 1 sekarang sudah mendekati akhir tahun Pelajaran,” tuturnya.

Sementara itu, Principal FIES Sumenep, Rate Saftinindias Dwi Kumala, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu ekonomi keluarga siswa, tapi juga dirancang sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Dia mengatakan, konsep ini sejalan dengan visi sekolah dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini kepada para siswa.

“Setiap wali murid akan memelihara ayam di rumah. Kemudian, setiap enam bulan sekali, mereka berkewajiban menyerahkan satu anak ayam kepada pihak sekolah,” ujarnya.

Ayam yang terkumpul tersebut nantinya akan dikelola oleh sekolah dalam program lanjutan berbasis edukasi. “Anak ayam yang diserahkan itu akan dirawat oleh sekolah dan menjadi bagian dari program edufarm yang melibatkan siswa secara langsung. Kami berharap program ini selain menambah penghasilan, juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan yang aplikatif bagi siswa melalui konsep edufarm,” tutupnya.

(*)

banner 336x280