SUMENEP, (TransMadura.com) – Pekerjaan pembangunan Komperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep akan terhambat adanya dugaan praktik pungutan liar oleh salah satu oknum anggota.
Pasalnya, salah satu mandor pelaksana mengaku mau diperas oleh oknum Danramil di kecamatan Guluk – Guluk dengan alasan mau beli tiket.
“Saya dapat WA dari oknum Danramil bahwa pak koramil mau minta bantuan sumbangan mau beli tiket ke surabaya,” Kata Mandor pelaksana, AMD (inisial).
AMD mengaku, permintaan tersebut tidak terpenuhi karena kondisi dirinya tidak punya uang. sebab itu, pekerjaan diberhentikan sepihak tanpa ada alasan yang jelas.
AMD menjelaskan, pekerjaan KDMP yang ditangani dirinya atas rekomendasi pihak koramil.
“Lokasi Pekerjaan proyek itu atas rekomendasii yang ditunjukkan lokasi oleh pihak Koramil sendiri. Bahkan saya sempat diantar langsung ke lokasi. Setelah itu saya mulai bekerja dan semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
Namun, permintaan itu tidak terpenuhi oleh dirinya dengan mengirim nomor rekening untuk di transfer, pekerjaan dihentikan mengusir para pekerja dari lokasi proyek dan dilarang melanjutkan pekerjaan.
“Saya memang tidak memenuhi permintaannya karena saat itu tidak punya uang. Tiba-tiba pekerja saya diusir dan tidak boleh bekerja lagi, tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Bahkan, setelah itu proyek tersebut yang dikerjakan maubdilanjutkan oleh pihak lain tanpa ada kesepakatan pemberitahuan resmi terlebih dahulu.
Pihaknya merasa dirugikan dan bahkan akan menghambat penyelesaian pekerjaan proyek pembangunan KDMP di kecamatan Guluk Guluk yang saat ini target percepatan.
“Menyayangkan dengan tindakan ini, harusnya ikut mengawasi, tapi ini menghambat proses pengerjaan,” Tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koramil Guluk-Guluk belum bisa dimintai keterangan resmi terkait tudingan tersebut karena keterbatasan komunikasi.
(AI)














