TERNATE, (TransMadura.com) -Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam 11 Himpunan Mahasiswa melakukan aksi terkait harga kopra yang mengalami anjlok,mengakibatkan anak petani banyak putus sekolah, Senin (19/11/2018).
Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) Bahrun Ibrahim mengatakan,turunnya harga kopra akhirnya banyak anak tani yang putus sekolah, kebijakan Pertambangan, serta masukan kelapa Sawit. Sementara dengan turunnya harga kopra DPR Provinsi lebih memilih Perjalanan Dinas ketimbang memberikan Subsidi untuk menyelamatkan Kehidupan Masyarakat.
“Dalam 3 bulan terakhir harga pasaran kopra turun derastis, hal itu sangat di keluhkan oleh masyarakat di beberapa kabupaten Kota di Maluku Utara hadir mengeluhkan kepada pemerintah, namun tidak disikapi secara serius oleh pemerintah Malut,” kata korlap dalam orasinya.
Menurutnya, Turunya harga kopra sangat terpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Malut. Bahkan aakan menjual tanahnya.
“Kami atas nama koalisi perjuangan rakyat menolak turunya harga kopra dan menuntut kepada pemerintah daerah.
Tuntutan Para pendemo untuk membuat Perda tentang harga komoditi. Naikan harga komoditi unggulan Malut, Pemprov menertibkan tata niaga pala dan cengke, hadirkan perusda untuk melindunggi tani kopra, alihfungsikan anggaran jalan 13 M pada subsidi petani kopra, hidupkan tol laut, tolak kelapa sawit dan pertambangan di Malut kemudian laksanakan pasal 33 UUD 1945,” Pungkasnya
Sementara, para akasi membiokot jalan Rahayu menuju bandara babullah Terbate sebagai bentuk protes terhadap penerintah pusat dan daerah drngan membakar sejumlah bab bekas yang disusun de sepanjang jalan. (Fry/ Red)















Wow, incredible blog layout! Hoow long have you been blogging
for? you make blogging look easy. The overall loo of your web
site iss fantastic, as well as the content! https://fortune-glassi.Mystrikingly.com/