TERNATE, (TransMadura.com) -Kepala Sekolah Sekola Dasar (SD) Negeri 65 Kota Ternate, dituding melakukan pungutan liar di lingkup Sekolah terhadap siswa.
Pasalnya, pihak sekolah diduga meminta uang iuran. dalam hal ini siswa membawa uang sebesar Rp.1000 setiap hari senin. Namun uang iuran tersebut tidak di gunakan untuk keperluan Sekolah, dan tidak jelas peruntukannya.
“Tiap hari senin itu siswa di minta bawa uang Rp.1000 namun uang itu entah digunakan untuk apa, bisa saja hanya kepentingan pribadi”, ungkap salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya di sembunyikan kepada Tran Madura.com belum lama ini.
Dikatakannya, terkait iuran, dari pihak Sekolah mengadakan rapat dengan orang tua murid, bahwa iuran itu digunakan untuk kepentingan kalau ada siswa yang sedang sakit.
“Faktanya, sampai ada kejadian seorang siswa yang sakit ternyata uang iuran itu tidak di gunakan untuk biaya pengobatan, melainkan dari pihak Sekolah meminta sumbangan dari pihak orang tua murid, berupa uang suka rela,” jelasnya.
Terpisah, terkait masalah iuran ini saat dikonfirmasi ke Kepala Sekolah mengatakan, bahwa tidak ada tindakan pungli yang di lakukan oleh pihak sekolah.
“Selama ini tidak ada iuran yang saya minta dari siswa. karena saya tidak suka ada pungutan di Sekolah ini”, ujar Kepala Sekolah SD N 65 Sait Mahulette saat di temui diruang kerjanya, (17/09/2018).
Lanjut Sait, kegiatan praktek yang dilaksanakan oleh pihak Sekolah semuanya adalah anggarannya dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kegiatan praktek seperti mata pelajaran penjas itu anggarannya dari BOS”, ungkapnya.
Dirinyapun menghimbau, kepada orang tua murid terkait permasalahan yang terjadi agar dapat dikonfirmasikan ke Sekolah. tutupnya. (Rzk/Red)














