banner 728x90

LBH Bhakti Keadilan Meminta Kunker Fiktif DPRD Sumenep Diusut secara Tuntas


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Kunjungan Kerja (Kunker) yang diduga dilakukan secara fiktif Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, dapat desakan dari sujumlah pihak dan menjadi bola panas untuk dilakukan pengusutan terkait kasus tersebut.

Salah satunya yang muncul dari Ketua LBH Bhakti Keadilan Syafrawi, bahwa persoalan dugaan kungker fiktif sudah dihembuskan oleh mahasiswa supaya diusut secara tuntas.

banner 728x90

“Kami minta dugaan kunker fiktif yang sudah dihembuskan oleh mahasiswa itu harus diusut secara detil dan mendalam. Agar tidak hanya menjadi isu murahan. Jadi, harus ada pengusutan, terutama BK DPRD Sumenep, ” katanya.

Syafrawi menuturkan, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Dengan kata lain, tidak akan ada tudingan dari mahasiswa jika tidak ada yang melakukan. “Maka solusi yang harus dilakukan maka diusut tuntas. saat ini bisa dilakukan BK, namun jika ada pidana maka bisa diserahkan kepada hukum,” ucapnya.

Menurut dirinya, itu bisa pidana karena disinyalir mendapatkan jatah anggaram, sebab tidak melakukan kegiatan. “BK bisa lebih awal mengusut ini. Sebelum ranah pidana dilakukan, ” ucapnya.

Advokat ini mengungkapkan, masalah ini harus klir agar tidak menjadi bola liar dan menjadi konsumsi tidak sehat bagi masyarakat.

“Kami sangat menyesal, jika memang ada oknum dewan gelar kunker fiktif,” tuturnya..

Sekretaris DPRD Sumenep Moh. Mulki menjelaskan, selama ini tidak ada anggota dewan yang kungker. Jika memang ada yang tidak ikut kunker namun menerima anggaran, harus mengembalikan.

“Setelah kunker kan diketahui siapa saja yang tidak ikut, jika tidak ikut ya tidak ada anggaran, ” ujarnya.

Menurut Mulki, masalah kunker oknum dewan merupakan rekomendasi pimpinan, ada surat tugas. Sehingga, semuanya disesuaikan dengan surat tugas yang ada.

“Juga, tergantung alat kelengkapan yang ada, ” ungkapnya.

Wakil ketua DPRD Sumenep Faisal Muhlis dalam keterangannya pasti akan menindak tegas jika ada oknum dewan gelar kunker fiktif. Dan, pihaknya tidak akan sungkan dengam anggota dewan lain.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, aktifis mahasiswa menuding ada sejumlah oknum dewan melakukan kunker fiktif. Itu disampaikan saat menggelar aksi dan audensi.

Reporter : Asm
Editor : Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *