SUMENEP, (Transmadura.com) – Melalui program ketahanan pangan ini justru suatu peningkatan, karena begitu program digulirkan Babinsa juga ditingkatkan kemampuannya dengan diberikan pelatihan di bidang pertanian, sehingga mengerti komponen apa aja yg menunjang keberhasilan ketahanan pangan, bukan supaya bisa bercocok tanam saja.
Diversifikasi adalah istilah dalam swasembada pangan yang merupakan bagian dr program swasembada pangan yg memiliki pengembangan pilihan atau alternatif lain makanan pokok selain padi atau nasi, sebab di Indonesia makanan pokok adalah padi atau nasi.
Pagi ini, Sertu Kurniawan Babinsa Pakandangan Barat Koramil 0827/04 Bluto ikut membantu warganya dalam merawat tanaman jagungn di Dusun Tegal Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura-Jawa Timur. Rabu, (29/11/2017)
Sertu Kurniawan mengatakan, menanam jagung merupakan salah satu sebuah pilihan bagi petani untuk peningkatan swasembada pangan, terlebih didaerah lahan tadah hujan. Kegiatan tersebut merupakan pendampingan terhadap petani yang harus dilakukan, dalam rangka memberikan motivasi dan mendorong semangat kepada dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi panen, serta kwalitas tanaman demi tercapainya target swasembada pangan sesuai harapan komando Atas. “Jelasnya”.
Kapten Inf Galang Prayitno, selaku Komandan Koramil 0827/04 Bluto, menyampaikan dengan adanya pendampingan Babinsa serta penyuluhan oleh PPL terhadap petani di lapangan, diharapan hasil panen jagung bisa melimpah. Sehingga program prmerintah dapat terwujud untuk mensukseskan program Swasembada Pangan Nasional. (Man/red)














