SUMENEP, (Transmadura.com) – Perlu kita ingat kembali bahwa pada tahun 1970-an Prestasi pengembangan dibidang pertanian Indonesia pernah menjadi salah satu negara pengekspor beras maupun jagung terbesar di dunia, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa namun kondisi yang nyata berbalik menjadi Negara pengimpor baik itu jagung begitu juga beras. Senin, (27/11/2017).
Guna mencapai tujuan supaya bisa mengembalikan kondisi permasalahan pertanian di Indonesia khususnya di seluruh wilayah agar bisa setabil dan tidak ketergantungan dengan negara tetangga dalam hal ini ekspor baik itu jagung dan beras maka swasembada pangan kembali digaungkan oleh Presiden Joko Widodo di era kepemerintahannya, tak tanggung-tanggung Presiden Joko Widodo menargetkan supaya dapat mencapai swasembada pangan untuk 7 komoditas dalam lima tahun kedepan.
Dengan menggandeng TNI (Babinsa) dalam rangka mendukung upaya khusus swasembada pangan, sesuai Penandatangan MoU yang dilakukan pada 8 Januari 2015 silam, Menteri Pertanian RI dengan institusi TNI bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Danramil 0827/23 Giligenting Letda Arh Abdul Mukti Ali menjelaskan bahwa perlukan dilakukan kerjasama seluruh elemen masyarakat mulai dari para petani, kelompok tani, petugas PPL dan Babinsa. Dikaitkan dengan permasalahan saat ini dengan keterbatasan petugas di lapangan, Babinsa ikut berperan aktif dalam melaksanakan pendampingan program upsus pertanian guna mencapai program swasembada pangan.
Seperti yang di laksanakan oleh Koramil 0827/23 Giligenting, Sertu A. Sidik membantu membajak kebun milik Bapak Hosni guna persiapan tanam jagung.
“Seiring datangnya musim hujan para petani diharapkan bergerak cepat untuk menanam jagung. Penyiapan lahan menjadi awal pekerjaan petani, dengan pengolahan lahan yang benar diharapkan nantinya tanaman jagung akan tumbuh subur tentunya juga harus dibarengi dengan pemupukan dan pemberantasan hama atau OPT yang tepat pula,” Ungkap Sertu A. Sidik.
Ladang yang di miliki oleh Bapak Hosni berada di Dusun Bundan Deje, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura-Jawa Timur. Pemilik ladang menyampikan berkat kerjasama baik dengan Pak Babinsa maupun PPL yang di lapangan cukup membantu saya dan panen jagung pun juga lebih maksimal di bandingkan sebelum ada pendamping dari Koramil dan dari dinas pertanian Kecamatan Giligenting, “Pungkasnya. (Man/red)














