Tak Berkategori  

Peduli Kemanusiaan, Babinsa Koramil 16 Gapura Melaksanakan Giat Donor Darah P4K

Peduli Kemanusiaan, Babinsa Koramil 16 Gapura Melaksanakan Giat Donor Darah P4K

SUMENEP, (Transmadura.com) – Sebagai bentuk serta wujud Peduli Kemanusiaan, Dalam Rangka kegiatan Donor Darah yang dilaksanakan secara sukarela oleh warga masyarakat di Kecamatan Gapura antara lain dihadiri Budi Santosa S.STP. Camat Gapura Sertu Rasul Babinsa Koramil 0827/16 Gapura Petugas PMI Kabupaten Sumenep.

Pelaksanaan Donor Darah ini berlangsung di puskesmas Gapura Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Rabu (08/06/2022).

Sertu Rasul Babinsa Desa Braji mengungkapkan, kegiatan ini merupakan wujud partisipasi TNI sekaligus menjadi sarana untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Gaya hidup yang sehat ya donor darah. Untuk stok darah di PMI memang masih aman namun kami hanya mengantisipasi jika kekurangan stok.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemik covid 19 segala bentuk kegiatan harus dibatasi. Serta keluar masuk warga waajib mentaati protokol kesehatan. Tentunya partisipasi masyarakat untuk melakukan donor darah menjadi kurang,” ucapnya.

Lanjut Sertu Rasul mengatakan saya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi warga yang mau mendonorkan darahnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan serta masih selalu disiplin mengikuti standar Protokol Kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah.

Budi Santosa menjelaskan, P4K yaitu Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh bidan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga tentang Kehamilan berisiko Bahaya kehamilan. Ajakan pada ibu, suami dan keluarga untuk merencanakan persalinan.

Tujuan P4K antara lain Suami, keluarga dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan, Adanya rencana persalinan yang aman Adanya rencana kontrasepsi yang akan di pakai; Adanya dukungan masyarakat, Toma, kader, dukung untuk ikut KB pasca persalinan; Adanya dukungan sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, donor darah. Memantapkan kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader.

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia berdasarkan SDKI 20022 Pendarahan, Eklamsia dan Infeksi, Angka kematian ibu (Maternal Mortality Ratio): 307/100.000 kh berarti: Setiap jam ada 2 kematian ibu, h hari ada 50 kematian ibu, Setiap minggu ada 352 kematian ibu, Setiap bulan ada 1.500 kematian ibu, Setiap tahun ada 18.300 kematian ibu.

“Kematian ibu dipengaruhi oleh dua faktor yaitu 3 Terlambat dan 4 Terlalu. 3 Terlambat (Terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, Terlambat mencapai fasilitas kesehatan, Terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan). Terlalu (Terlalu muda punya anak, Terlalu banyak melahirkan, Terlalu rapat jarak melahirkan, Terlalu tua untuk mempunyai anak,” terangnya.

(*)