banner 728x90

Aksi Mahasiswa Menolak Naiknya Harga BBM Dapat Respon Bupati Sumenep

Aksi Mahasiswa Menolak Naiknya Harga BBM Dapat Respon Bupati Sumenep


SUMENEP, (Transmadura.com) – Penolakan naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) sampai melakukan Aksi demonstrasi massa. Kali ini, ratusan aktifis PMII Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar demo ke kantor bupati dan DPRD setempat (8/9/2022).

Hal itu dapat tanggapan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, mengapresiasi aspirasi masyarakat, yang sudah memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Kami bangga, karena mahasiswa disini masih peduli dengan kepentingan masyarakat,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia menuturkan, aspirasi penolakan terhadap BBM pasti akan diakomodir dan ditindaklanjuti. Bahkan, pihaknya juga akan melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah pusat. “Secara kelembagaan, kami juga akan mengirim surat kepada pemerintah terkait aspirasi ini,” ujarnya.

Sebab, sambung ketua DPC PDI Perjuangan ini, kebijakan ini bukan daerah, melainkan pemerintah pusat. Sehingga, pihaknya tidak punya untuk menolak atau membatalkan kebijakan. “Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi ini. Ingat ini kewenangan pusat,” tuturnya.

Baca Juga :   Semangat TNI Bantu Petani Cabut Bibit Padi

Kendati demikian, pihaknya berharap aspirasi ini bisa menjadi atensi pemerintah pusat. “Intinya, kami tetap berupaya maksimal terkait ini. Semoga bisa menjadi perhatian pemerintah. Semua aspirasi terkait ini pasti akan disampaikan,” ujarnya.

Suami Nia Kurnia ini mengungkapkan, apabila harga BBM ini tetap tidak turun, maka pihaknya sudah menyiapkan skema subsidi. Baik yang dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun APBD Sumenep.

Sementara, aksi penolakan terus digelar dengan cara berorasi secara bergantian. Di mana mereka mengklaim kenaikan harga BBM ini jelas menyengsarakan dan membebani masyarakat. Sehingga, bupati dan DPRD harus menolak atas kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat.

Baca Juga :   Momen Lebaran,Patroli Babinsa di Wisata Pantai Slopeng,Ini Imbauannya

Mereka juga membawa sejumlah poster yang salah satunya bertuliskan Bapakku Kan Capek, Istirahat Jangan Bikin Melarat dan membawa sejumlah poster lainnya.

(Asm/red)