banner 728x90

Kapal Motor Tidak Beroprasi Dua Bulan, Warga Pulau Masalembu Berlayar Dengan Perahu Kayu


SUMENEP, (Transmadura.com) –
Transportasi laut di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk rute Pulau Masalembu dikeluhkan. Pasalnya, kapal yang biasa melayani rute tersebut sudah dua bulan terakhir tidak beroperasi.

Akibatnya, warga saat hendak ke daratan harus menggunakan perahu motor milik warga, meskipun rentang waktu yang dibutuhkan cukup lama.

banner 728x90

Saat ini kata Albar cuaca diperairan Sumenep masuk semi ekstrim. Sehingga perahu yang melayani rute Sumenep-Masalembu terpaksa harus mengikuti arus.

Biasanya sambung Albar transportasi laut yang berlayar ke Pulau Masalembu terdapat dua kapal motor, yakni Sabuk Nusantara 56 dan Sabuk Nusantara 57.

Namun, sejak dua bulan terakhir tidak beroperasi. Rutenya dari Pulau Masalembu-Surabaya baru berlayar ke Pelabuhan Kalianget.

Baca Juga :   FIES Students Sweep Regency-Level Championship at The 2026 KURVA Olympiad

Menurut Albar, kondisi tersebut sangat merugikan warga Masalembu, baik dari sisi waktu ataupun materi. Jika menggunakan kapal perintis warga dikenakan biaya transportasi Rp24-35 ribu, apabila menggunakan perahu dikenakan biaya Rp50 per satu kali jalan.

Selain itu, juga berdampak kepada laju perekonomian warga. Salah satunya stok sembako saat ini mulai menipis. Akibatnya harga sembako mengalami kenaikan dari hari-hari biasanya.

Mestinya lanjut Albar, Pemerintah Daerah tidak berpangku tangan atas peristiwa ini.

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Sustono belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubunhi melalui sambungan teleponnya tidak merespon meskipun nada sambunya terdengar aktif.

“Kemarin saya berangkat dari Masalembu pukul 13.00 Wib, dan sampai di pelabuhan Kalianget sekitar pukul 07.00 Wib tadi pagi. Jadi, kami mengarungi laut selama 16 jam,” kata Albar tokoh masyarakat Kecamatan/Pulau Masalembu, Rabu, 18 Oktober 2017.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

“Ombak besar kalau malam,” tuturnya.

“Rata sembako naik sekitar 3-5 persen. Karena biaya transportasi menggunakan perahu lebih mahal,” jelasnya.

“Pemerintah harus bisa memberikan solusi. Kan Pemerintah Daerah punya kapal. Mestinya itu ditambah rutenya sehingga transportasi tidak seperti sekarang,” ucapnya. (Hasan/irwan)

banner 336x280