banner 728x90

Uji Coba Benih Padi Unggul, Bupati Sumenep Apresiasi DKPP Langkah Sejalan Visi Besar Presiden

Uji Coba Benih Padi Unggul, Bupati Sumenep Apresiasi DKPP Langkah Sejalan Visi Besar Presiden


SUMENEP, (TransMadura.com) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turun mengunjungi lokasi sawah melihat uji

uji coba benih unggul padi varietas “HMS 700″.

banner 728x90

Mereka turun bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, diikuti jajaran DKPP dan bagian Humas dan Protokol Pemkab Sumenep untuk melihat memastikan keunggulan beni unggul padi varietas tersebut.

” Ini benar, benih padi varietas HMS 700,” Kata Bupati memastikan betanya di tengah hamparan padi besar yang lagi menguning.

Hal itu, terlihat Bupati sumringah melihat keunggulan benih padi yang digadang mampu menggandakan hasil panen petani.

Usai dari lokasi itu, Bupati Fauzi langsung lesehan bersama rombongan dan para petani bincang santai menjadi harapan besar inovasi pertanian untuk masa depan sumenep.

Bupati mengapresiasi langkah
DKPP Sumenep, yang berani melakukan uji coba varietas HMS 700. “Lahan sawah memang berkurang, tapi hasil produksi padinya justru bertambah. Ini lompatan inovasi namanya,” ucapnya.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Menurutnya, langkah inovasi DKPP ini, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan nasional. Sebab, di tengah keterbatasan lahan, hanya inovasi dan teknologi yang bisa menyelamatkan produktivitas petani.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid , memaparkan benih HMS 700 dibeli secara mandiri untuk ditanam di lahan warga seluas setengah hektare.

Namun, Inung panggilan akrabnya menjekaskan penanaman dilakukan dengan cara alami, mengikuti tradisi petani, tanpa penyemprotan pestisida. Hasil tanam di luar dugaan. Malai padi tumbuh besar, buliran banyak, dan tanaman tetap sehat.

“Berdasarkan pengamatan kami dan analisis Koordinator Lapangan, potensi hasil panen varietas HMS 700 ini minimal 10 ton per hektare. Bahkan bisa sampai 14 ton per hektare melihat kondisi malai yang besar,” terang Chainur.

Baca Juga :   Persit KCK Kodim 0827/Sumenep Gelar Donor Darah

Melihat geliat inovasi DKPP, Bupati Fauzi optimistis percepatan swasembada pangan di Sumenep segera terwujud. Lebih dari itu, kesejahteraan petani akan meningkat.

“Kami masih menunggu arahan Bapak Bupati untuk langkah berikutnya. Semoga ini menjadi titik awal kebangkitan produktivitas padi di Sumenep,” ujarnya.

Perlu diketahui, keunggulan varietas HMS 700 memang terkenal sebagai padi panen berumur pendek, sekitar 90 hari dengan hasil gabahnya kuning mengkilat, berasnya pulen, enak, dan tahan terhadap rebah maupun beberapa serangan hama.

Potensi hasilnya bisa menembus 14–19 ton per hektare—angka yang jauh di atas rata-rata produksi padi di Sumenep yang hanya 5,9 ton per hektare.

(Asm/red)

banner 336x280