banner 728x90

Sempat Mangkir, Kasus Dugaan Penipuan Tes CPNS Kembali Bergulir


SUMENEP, (TransMadura.com) – Laporan kasus dugaan tindak pidana penipuan tes CPNS yang diduga dilakukan oleh oknum istri pimpinan tinggi DPRD sudah mulai bergulir. Pasalnya, kini penyidik polres Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam minggu ini akan melakukan gelar perkara.

Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, bahwa kasus tersebut saat ini penyidik baju coklat melakukan lidik terhadap saksi saksi.

banner 728x90

“saat ini sudah melakukan lidik, insyaallah dalam Minggu dekat ini Satrekrim akan melakukan gelar perkara,” katanya Rabu, (15/9/2021) di ruang kerjanya.

Pihaknya menyatakan, untuk naik ke tingkat penyidikan, masih menunggu gelar perkara. “Masalah korban korban lain, kami tidak ikut campur, tapi rana penyidikan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Budaya Lokal Sumenep Mampu Berdaya Tarik Skala Internasional

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan tindak pidana penipuan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sumenep dilaporan oleh JM, Warga Ambunten ke Polres setempat.

Dugaan tindak penipuan CPNS 2013 lalu itu, korban mengaku diiming-imingi menjadi abdi negara oleh RM (istri ketua DPRD Sumenep), warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru.

RM dilaporkan JM, Warga Ambunten ke Polres Sumenep, pada 24 Agustus 2020 lalu. Dengan dasar bukti lapor LP-B/195/VIII/RES.1.11/2020/RESRKRIM.SPKT Polres Sumenep. Dugaan penipuan itu terjadi lantaran korban juga sudah menyetor sejumlah uang kepada terlapor.

Dalam laporannya, dugaan penipuan itu berawal saat korban berkeinginan menjadi pegawai negeri. Korban yang tengah mencari jalan untuk bisa lolos, bertanya kepada temannya FAT dan diarahkan ke terlapor, RM. Akhirnya, korban langsung mendatangi terlapor dan menjalin komunikasi.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Soroti Serapan Anggaran Belanja Daerah Sangat Rendah

Sehingga, setelah itu akhirnya terlapor mengaku bisa meloloskan menjadi CPNS. Tentunya, dengan membayar uang sebesar Rp 60 juta, itu dibayar lunas ketika sudah ada SK (Surat Keputusan).

Dalam perjanjian, korban ini tetap harus membayar uang muka atau DP (down payment). Maka, korban menjadi tertarik, dan kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta. Sementara sisanya akan dibayar setelah lolos dan SK keluar.

Beberapa bulan berikutnya, terlapor meyakinkan korban dengan menyatakan SK sudah ada, dan meminta untuk dijemput di rumahnya. Sayangnya, SK tersebut disinyalir palsu, karena korban tetap tidak diangkat sebagai ASN.

(Asm/Fero/Red)

banner 336x280

Respon (2)

  1. Purity and safety device matter when opt add on. Every point in our cornbread edibles catalog undergo third-party try so you get echt organic CBD. We rootage our hemp CBD from organic fertilizer produce, warrant zippo pesticide or big metals in your CBD oil color. Experience the full office of encompassing spectrum CBD and wax spectrum CBD with sum up transparentness. place in real CBD quality, order agio CBD online, and learn why yard reliance our CBD firebrand for daily wellness!

  2. Don’t permit brawn soreness tedious you Down. enforce our best cbd gummies to experience fast CBD reefer embossment right wing where you need it. stiff CBD drub, CBD balm, and CBD topical fossil oil immerse quickly to solace painful muscle and cannonball along up retrieval. Perfect for jock and combat-ready life-style, this direct CBD relief keep you propel well. Reclaim your mobility with high-potency CBD skincare and CBD nuisance relievo production. rules of order cancel CBD pattern now and feel the powerful physical welfare of stark CBD!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *