SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pesta demokrasi Pilkades (Pemilihan Kepala Desa ) serentak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah ada titik kejelasan dalam pelaksanaannya.
Rencana pesta demokrasi di tingkat desa ini, akan digelar pada bulan Juli 2021 mendatang. Namun, tanggal pelaksanaan belum pasti sebab belum ditentukan.
Alasannya, belum memastikan tanggal, masih membutuhkan rapat kordinasi melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Otomatis, meski covid 19 belum tuntas, perhelatan Pilkades tetap digelar bulan Juli.
”Kita agendakan pada bulan Juli, mundur satu bulan dari jadwal yang ditentukan sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli.
Menurutnya, regulasi dan konsep tahapan pelaksanan Pilkades ini sudah disiapkan. Yakni, mulai tahap pembentukan panitia, pencalonan, penetapan, dan pelantikan. “Hanya tingga menunggu tandatangan bupati. Setelah ini, hari pelaksanaan juga sudah bisa diketahui,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinsos ini menuturkan, regulasi baru mengenai petunjuk teknis pelaksanaan Pilkades harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Hal ini juga mengacu kepada peraturan Bupati Nomor 15 tahun 2021 sebagai perubahan Perbup 54 tahun 2019 tentang juknis Pilkades sudah diundangkan.
Secara umum tidak ada perubahan, namun dari sisi pelaksanaan menyesuaikan dengan protokol covid-19 karena Pilkades digelar ditengah pandemi. Selain harus dilengkapi dengan sarana kesehatan, pola pemungutan dan penghitungan suara tidak dipusatkan satu lokal saja, melainkan disebar dibeberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiap dusun dengan jumlah maksimal pemilih 500 orang.
”Ini supaya menghindari kerumunan. Kalau dalam satu dusun melebihi 500 pemilih, maka akan dipecah menjadi dua TPS,” tuturnya.
(Asm/Red)