Home / SUMENEP / Bangunan TPS3R dan TPA di Sapeken Standarisasi Dipertanyakan?

Bangunan TPS3R dan TPA di Sapeken Standarisasi Dipertanyakan?

SUMENEP, (TransMadura.com) – Perencanaan Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Kecamatan Sapeken, dipertanyakan.

Pasalnya, pembangunan tersebut dana hibah Provinsi yang menghabiskan anggaran Rp. 500 juta itu, konstruksinya diduga tidak sesuai standarisasi.

Realitanya, terlihat bangunan TPS3R dan TPA terbangun di bibir pantai dengan tampak genangan air laut di lokasi TPA. Padahal, standarisasi kontruksi, harus kedap (tertutup rapat-rapat sehingga tidak dapat ditembus atau kemasukan air).

Buktinya, TPS3R dan TPA tersebut, terlihat hanya plengsengan di tepi pantai bedampingan dengan kantor kecamatan Sapeken, sedangkan ditengah tidak ada plesteran air residu akan masuh ke tanah. bahkan, adanya genangan air itu akan potensi terjadi pembusukan residu sampah.

“Tempat tersebut berpotensi pencemaran lingkungan, sebab, konstruksi TPS 3R dan TPA diduga tidak sesuai standarisasi,” kata Akbar, Fron Mahasiswa Berbagi (FMB) Sapeken.

Hasil pantauan di lokasi, pembangunan TPS 3R terlihat hanya plengsengan di tepi pantai.
Dengan kondisi tempat tersebut, akan berdampak pencemaran lingkungan dengan residu bau tidak sedap.

“Perencanaan tempat pembangunan TPS 3R saya kira kurang pas, dan akan berdampak pencemaran lingkungan, dengan bau busuk sampah,” keluh akbar.

Buktinya, posisi tempat di bibir pantai, TPS itu, akan tergenang air laut sebab nantinya ada pengurukan pasir. “Kalau lokasinya tergenang air dan akan jadi tempat pembuangan sampah malah akan mengakibatkan busuk,” ungkap akbar.

Harusnya, lanjut Aktivis Kepulauan ini, TPS3R harus lengkap ada perlakuan sampah tidak hanya ditumpuk. Sehingga pemilahan organik jadi pupuk, dan an organik masih bisa dijual untuk kerajinan tangan sehingga ada nilai jual.

“Ketika TPS/TPS 3R sudah dipilah, pasti ada residu atau sisa sampah yang tidak terpakai, residu yang sudah tidak bermamfaat lagi, langsung dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

“TPS 3R hanya mereduksi sampah agar tidak semua sampah masuk ke TPA, harus dipilah dulu di TPS, baru residunya dibuang ke TPA,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Irwan Utomo, mengatakan, TPS itu alat untuk mengedukasi masyarakat agar sadar lingkungan.

Sedangkan dulu, sampah mindsetnya adalah masalah (musibah), sehingga dengan undang undang 18 2008 sampah itu menjadi berkah.

“Dalam artian didalam sampah ada dua jenis, yakni organik, an organik, sedangkan organik adalah basah, contoh kecil sisa makanan, sayur, daun, dan yang lainnya,” jelasnya.

Sehingga, jelas Iwan, yang organik itu, harus dicaca untuk dijadikan pupuk, ketika jadi pupuk maka bisa dijual punya nilai ekonomis “Harapan pemerintah seperti itu, jadi mindset kita harus dirubah, karena sampah itu berkah,” ungkapnya.

Sedangakan TPS 3R konsep awal penggunaannya sampah organik dan an organik pemilahannya bisa bermamfaat bagi masyarkat, agar sampah itu tidak selamanya tidak menjadi beban di TPA.

Sedangkan umur TPA itu terbatas, artinya, kalau sampah masyarakat tidak dipilah dan semuanya masuk ke TPA karena umur TPA hanya lima tahun. “Pemerintah tidak akan mampu membiayai TPA ini,” ucapnya.

Menurut Iwan, didalam TPS 3R ini, apa yang dibangun oleh pemerintah siapapun yang membangun, entah DLH atau Cipta Karya itu, setidaknya mengajak masyarakat untuk peran serta dalam penanganan sampah yang ada.

Namun, TPS 3R fasiltas yang harus disediakan, karena organik itu akan menjadi pupuk, harus ada mesin pencacah. “Sampah itu harus dicacah dulu dan di ayak untuk jadi halus dan proses satu minggu, sehingga akan layak jadi kompos.

“Nah, disitu setelah ada pemilahan sampah akan ada sampah yang tidak terpakai, yakni residu yang akan di buang ke TPA. Namun berbicara TPA ada dua secara konstruksi dan management.

(Asm/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sinergitas Babinsa Saronggi, Dengan Sosialisasi Protokol Kesehatan

SUMENEP, (TransMadura.com) – Pentingnya meningkatkan sinergitas dengan seluruh instansi dan komponen masyarakat ...