banner 728x90
Tak Berkategori  

Musdes Calon Penerima BLT Covid-19 DD di Desa Kolo-Kolo Menuai Protes


SUMENEP, (TransMadura.com) – Musyawarah Desa Khusus Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) 2020 di Desa Kolo-kolo Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung alot. Pasalnya, penetapan calon penerima BLT DD disinyalir tidak tepat sasaran, Jumat, (1/5/2020).

Desa kolo-kolo, anggaran penanganan masalah covid -19 senilai 35% tahap pertama Yang Diambilkan dari Dana Desa ini dikhususkan untuk BLT DD, senilai 35 persen dari angaran DD.

banner 728x90

Namun, musyawarah penetapan calon penerima BLT, menuai banyak kritik dari Masyarakat yang hadir dalam agenda rapat tersebut.
protes dari berbagai peserta perwakilan dusun, bahwa masyarakat yang tidak layak Mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) DD covid-19 Masuk Dalam Daftar Calon Penerima.

Sedangkan banyak Masyarakat yang Harusnya Lebih layak Menerima bantuan dampak covid-19 ini, namun tidak Masuk dalam Daftar Calon Penerima.

“Banyak Masyarakat yang layak tapi tidak masuk dalam daftar calon Penerima BLT ini mas Tapi Banyak juga masyarakat yang tidak layak menerima bantuan ini ada dalam Daftar calon Penerima” Keluh salah satu Pemuda desa yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :   Pemkab Sumenep Mengimbau Memilih Hewan Kurban Aman Dikonsumsi

Disamping itu, katanya, masing-masing dusun mengajukan Beberapa daftar susulan yang dianggapnya layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Kami juga mengajukan beberapa daftar yang lebih layak menerima bantuan langsung tunai ini, dan itu harus di verifikasi oleh Team satgas Covid 19 Desa,” Imbuhnya.

Pendamping Lokal Desa, Mahmudi Saat diwawancarai Mengatakan, bahwa kurangnya kedewasaan dari Pemimpin rapat. Sebab dalam hal ini terhitung baru melaksanakan Hal seperti ini.

“Yang Pertama ketidak kondusifan rapat ini, karena pemimpin kurangnya kedewasaan, makanya ini begitu alot dalam berargumen,” ungkapnya.

Selain itu, kurangnya kesadaran dari masing-masing dusun, sehingga memperjuangkan setiap dusunnya harus mendapatkan penerima bantuan lebih banyak. “Akibatnya saling beradu Argumen” Cetusnya.

Bahkan, dari salah satu peserta rapat Audiensi juga berpendapat Team Satgas Covid 19 ini, tidak Transparan saat Pendataan. “Ini sudah saling tuding, harus ada yang bisa meredam ini,” ucapnya.

Baca Juga :   PAD Stagnan, DPRD Sumenep Dorong Pemerintah Serius

Sementara, Kepala Desa Kolo-kolo, sekaligus sebagai Ketua Team Satgas Desa, Mahfud Sidik, mengatakan, Anggota Team Dan Jajarannya Harus benar-benar mendata sesuai dengan kriteria Calon Penerima BLT DD.

“Sudah Saya Intruksikan kepada semua Anggota dan Aparatur Desa Dalam mendata Masyarakat calon Penerima BLT DD ini Harus Sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan” tegasnya saat ditemui dikantornya.

Kendatipun demikian, pihaknya menyatakan, Banyak masyarakat yang diusulkan dari masing masing kepala dusun. namun juga banyak yang tidak memperhatikan dan mempertimbangkan Apakah yang diusulkan itu mendapatkan bantuan PKH dan bantuan lainnya,
akan terjadi tumpang tindih.

Pihaknya, berharap kepada teamnya harus benar-benar selektif dalam memverifikasi data, sehingga banyak yang tidak memperhatikan yang diusulkan itu sudah mendapatkan bantuan PKH atau lainnya.

“ini yang dikhawatirkan terjadi tumpang tindih dalam Penerimaan bantuan Maka untuk itu saya Himbau kepada team satgas covid 19 Desa ini benar-benar selektif dalam memvalidasi data” Tambahnya.

( ANTO.T/ Red)

banner 336x280

Respon (1)

  1. Seharusnya peminpin penyelenggara covid 19 paham aturan aturan yang sudah di tetpkan oleh pemerintah pusat / propensi/daerah jangan pilih kasih yang pantas menerima perlu di endahkan terlebih dahulu…yang tak perlu dapat tak usalah berebut kasian bagi mereka yang wajib menerima tapi tidak dapat kan lucu malu maluin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *