SUMENEP, (TransMadura.com) – Launching penyerahan Bantuan sembako dari Kemensos di Kecamatan Manding disoal. Pasalnya, bantuan tersebut diduga di sunat dari harga satuan. Bahkan ada kesan disembunyikan.
Kecamatan Manding sudah melakukan launching penyerahan sembako di tiga desa, yakni, Desa Lalangon, Desa Jabaan dan Desa Manding Daya, Selasa, (25/2/2020).
“Ya sudah tiga desa melakukan penyaluran sembako di kecamatan manding, itu hanya sebagian yiga desa. Tapi jumlah sekecamatan ada 2663 KPM,” kata TKSK Kecamatan Manding, Ali Murtada, kepada media ini.
Namun, hal itu ada kejanggalan saat Launching dan monitoring penyaluran batuan sembako. Buktinya tidak melibatkannya pihak aparat kepolisian sesuai dengan MoU kemensos dan Polri.
Kapolsek Manding, AKP. Saifuddin mengatakan, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, bahwa dalam launching penyerahan bantuan sembako ke KPM, mengaku belum tau tetang itu.
“Belum, saya belum dikasi tau kapan penyaluran itu,” ngakunya, selasa, (25/2/2020).
Saat dikasi tau, bahwa launching penyaluran sudah dilakukan, dia terdengar kaget. “Masak sudah dilakukan, kok saya tidak tau, terimakasih ya atas informasinya, nanti saya tanyakan,” ucap Saifudin.
Terpisah, juga keluhan dari Keluarga Penerima Mamfaat (KPM), Wat, warga Desa Lalangon menyampaikan, sembako yang diterima harga tidak sesuai dengan uang yang di rekening.
“Saya terima semabako berupa beras, telur, dan kacang tanah, tapi ini tidak sesuai dengan satuan barang,” ungkapnya.
Bahkan, dia mengaku berasnya bau apek, beras bulog ber merk BERASKITA. ” Berasnya apek, beras bulog lagi, katanya beras KPM harus milih sendiri, kok di kecamatan lain, ada beras Ikan paus, ini apek,” keluhnya.
Selain itu juga, Wat memaparkan, rincian harga satuan barang yang diterima tidak sesuai dengan jumlah satuan barang selama dua bulan sebesar 300ribu.
“Kalau saya rinci satuan barang kira kira, Beras bulog merk Beraskita kalau dilihat dari berasnya apek, 10 kg. perbulan 100 ribu x 2 berjumlah 200 ribu.
Telur saya terima 8 biji kali 2, 16 biji
12.500 kali 2 bulan = 25.000.
Kacang tanah 1/2 kilo dua bulan
12.500. Total dalam dua bulan ini hanya sejumlah uang 237.500 rupiah 2 bulan, sedangkan uangnya di saldo 300 ribu, jadi ini masih dipotong lagi,” tutupnya.
(Fero/Red)


