banner 728x90

Evaluasi Kalau Pembahasan RAPBD 2020 Cacat Hukum


SUMENEP, (TransMadura.com) – Polemik Pembahasan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) di “tangan” Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur dinilai cacat hukum.

Pasalnya, pembahasan yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan. Bahkan, dalam pembahasan tidak mengacu pada tata tertib (tatib) dan PP 12 tahun 2018 terkait DPRD.

banner 728x90

Namun tudingan itu ditepis Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi, bahwa kalau pembahasan APBD 2020 sudah sesuai melalui tahapan PP nomor 12 menjadi upaya yang dilakukan melalui proses tahapan pembahasan hingga pengesahan APBD tahun ini

Sehingga, pembahasan itu segera diselesaikan 30 hari sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya. dan semua itu harus tuntas.

“Kami sudah melakukan sesuai amanah PP 12 2018 dengan melalui tahapan dan Itu semua harus tuntas, sebab sekarang waktunya kan sudah mepet, kapan lagi mau diselesaikan.

“kalau tidak cepat diselesaikan akan dapat problem baru dan banyak program yang tidak terakomodir. imbasnya kan ke masyarkat,” kata indra saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, minggu, (1/12/2019)

Baca Juga :   HUT ke-81 RI di Sumenep Kental Nuansa Budaya, Dandim: Beda Pakaian, Tetap Satu Indonesia

Selain itu, kata Politisi Demokrat ini, soal tudingan pembahasan RAPBD dianggap cacat hukum, hal yang dianggap wajar, sebab, mereka kapsitasnya sebagai non banggar tidak diberi kesempatan.

“Semangat kita di Forum APBD kemarin dengan empat pokja itu, tidak lain. pokja pokja itu jadi referesentasi menjadi keterwakilan dari masing masing komisi.

“Pokja itu tidak diamanai undang undang PP, tapi ini adalah forum banggar, karena ini forum politik, dibentuklah pokja itu,” jelasnya.

Lanjut Indra, kalau memang teman teman DPRD menganggap cacat hukum, bisa di evaluasi ulang. “Hal itu bisa di evaluasi, jadikan forum rembuk di fraksi dan pimpinan, menyiapkan APBD kedepannya seperti apa, biar tidak ada kesan ini cacat hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sumenep Decky Purwanto menjelaskan, pembahasan APBD 2020 ini seharusnya mengacu kepada tatib. Namun, jika mengacu kepada PP 12/2018 pembahasan dilakukan antara Banggar dan Timgar.

“Aturannya memang begitu (Banggar dan Timgar, Red). Itu ideal yuridisnya,” katanya.

Baca Juga :   PAD di Sumenep Naik Hingga 12,20 Persen, Fraksi DPRD: Jangan Hanya Terlihat Sehat?

Sedangkan Indikasinya, pembahasan itu dinilai tidak mengacu kepada tata tertib (tatib) dan PP 12 tahun 2018 terkait DPRD. Dalam aturannya, pembahasan anggaran dilakukan antara Banggar dengan tim anggaran (Timgar). Namun, faktanya malah melibatkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), bukan pada timgar.

Decky memaparkan, secara fakta yang terjadi, Banggar malah dibagi beberapa pokja yang membahas anggaran dengan OPD. Padahal, OPD itu konterpat komisi.

“Menyalahi wewenangnya. Banggar dengan timgar, tidak usah dengan OPD. Sebab, OPD wilayahnya komisi,” ujarnya.

Dengan begitu, politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, pembahasan anggaran secara prosedural sudah tidak. Maka, sudah sepantasnya untuk tidak dilanjutkan.

“Kalau prosedurnya cacat. Maka bisa dipastikan hasilnya juga tak prosedural. Ini harus menjadi catatan tersendiri bagi warga Sumenep,” ucapnya.

Terpisah, juga disampaikan
Mantan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, menilai pembahasannya terkesan dipaksakan. Hal ini dibuktikan dengan melanggar tupoksi dari Banggar. “Jangan sampai kesalahan ini menghasilkan produk,” tuturnya.

(Asm/Red)

banner 336x280

Respon (1)

  1. Looking for top-tier CBD products to get up your health? You arse https://www.cornbreadhemp.com/collections/thc-drinks like a shot from our entrust CBD fund and enjoy the do good of staring CBD oil and constitutional pull out. Every slew of CBD is lab-tested, unadulterated, and phrase to subdue daily accentuate while advance mental clarity. Whether you need a break of day CBD hike up or even out CBD loosening, our cleanse CBD formula gibe your modus operandi utterly. bring out high-quality CBD infuse, CBD gummies, and CBD topicals reinforced for upper limit absorption. frequent CBD on-line now for debauched shipping!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *