Home / HUKUM / Meski Lambat, Polres Berhasil Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Warga Talango

Meski Lambat, Polres Berhasil Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Warga Talango

SUMENEP, (TransMadura.com) – Kasus pembunuhan Ibnu Hajar Warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dua pelaku berhasil ditangkap anggota polres setempat.

Meski tergolong lambat, Polres Sumenep menangkap pelaku kasus pembunuhan pada 20 april 2018 lalu.

“Pelaku dalam dua minggu yang lalu kami amankan,” kata AKP Tego S Marwoto, Kasat Reskrim Polres Sumenep, Rabu,

Dua pelaku diduga berjumlah tiga orang. Namun, yang berhasil diamankan hanya dua orang, yakni berinisial M alias I warga Desa Essang dan N warga Desa Cabbiya Kecamatan Talongo.

Dua tersangka itu diamankan saat malam hari saat mereka berdua nonton kesenian tradisional berupa rukun di wilayah Kecamatan Talango.

“Sementara satu pelaku berinisial K masih buron, dan telah masuk daftar pencarian orang,” jelasnya.

Dalam kasus ini lanjut Tego, M alias I warga dan N berperan sebagai otak pelaku pembunuhan. Sementara K merupakan eksekutor.

“Jadi mereka berdua melakukan pertemuan untuk melakukan pembunuhan pada korban dengan cara menyewa orang lain,” jelasnya.

Sementara motif pembunuhan itu karena diduga korban memiliki ilmu hitam atau santet. “Jadi, katanya (pelaku) terdapat keluarga pelaku yang jadi korban korban. Sehingga pelaku merencanakan pembunuhan itu,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, dua pelaku dijerat dengan Pasal 340 sub. Pasal 338  Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 20 tahun penjara.

“Kami terus melakukan pengembangan atas kasus ini, semoga dalam waktu dekat pelaku lain bisa terungkap,” tegasnya.

Jum’at 20 April 2018 Ibnu Hajar ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.45 WIB pada saat mengirim beras ke panti asuhan, di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.

Korban ditembak saat mengendarai motor Honda Beat bernopol B 4906 TCJ warna putih, dengan membawa karung berisi beras. Saat keluar rumah sekitar 10 meter, korban ditunggu oleh seseorang. Lantas korban ditembak dari jarak dekat dan menyebabkan Ibnu Hajar meninggal dunia.

Kepolisian Polres Sumenep terkesan kesulitan mencari pelaku penembakan itu. Padahal, ciri-ciri umum pelaku sudah dikantongi sejak peristiwa itu baru terjadi. Saat ini Korps baju cokelat itu berdalih menunggu hasil hasil forensik proyektil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur.

Poyektil yang dikirimkan ke Puslabfor Polda Jatim jenis kaliber 3,8. Jenis tersebut sama dengan proyektil yang biasa dipakai oleh petugas Kepolisian. Proyektil itu menjadi barang bukti polisi guna mengungkap pelaku dan motif kasus tersebut.

“Saya tidak mau andai-andai memutuskan itu, pluru milik siapa itu, karena harus dibuktikan saat diujui dan saya bukan ahlinya untuk itu,” tegansya. (Asm/Hen/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemdes Billapora Barat Lakukan Vaksinasi Edukatif dan Persuasif

SUMENEP, transmadura.com – Pemerintah Desa Billapora Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, ...