banner 728x90
Tak Berkategori  

Bupati Sumenep Mengimbau Waspadai Wartawan Tanpa Surat Kabar


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pengukuhan Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) Madura, Jawa Timur, digelar di UPT Aula SKD Batuan, Kamis, (4/4/2019). Acara tersebut dihadiri Bupati Sumenep A Busyro Karim, Dandim 0827, Letkol Inf Ato Sudiatna, Kapolres Sumenep yang diwakili, beserta Forpimka, KJS, LSM dan Gapoktan di Kabupaten unjung timur pulau Madura.

Dalam sambutanya Bupati Sumenep A. Busyro Karim, menyampaikan, untuk mewaspadai tiga jenis wartawan yang terkadang muncul dalam waktu tertentu.

banner 728x90

Tiga jenis wartawan yang dimaksud, kata Bupati adalah Wartawan CNN atau “wartawan Cuma Nanya-nanya”. “Cuma nanya-nanya saja, bagaimana mau menganalisa, itu cuma ya nanya-nanya saja,” katanya.

Selain itu kata Bupati juga terdapat wartawan WTS atau Wartawan Tanpa Surat Kabar.

Baca Juga :   Ketertinggalan Pembangunan Wilayah Kepulauan Dapat Sorotan Fraksi NasDem DPRD Sumenep

“Kalau hampir hari raya kok banyak sekali. Kadang-kadang itu CNN saja. Itu wartawan yang bilang sama saya,” ungkapnya.

Jenis wartawan yang ketiga adalah wartawan Muntaber, atau wartawan Muncul Tanpa Berita. “Kami harap di AMOS ini tidak sampai ada yang seperti itu. Dan kami harap semua pengurus juga mempu menjalankan tugasnya, bukan malah pengurus yang diurus,” tegas Bupati dua Periode itu.

Dia menceritakan, sebelum menghadiri acara sempat baca surat kabar, bahkan terdapat pengaduan masalah yang sampai di ranah hukum. Namun, setelah diklarifikasi masalah tersebut sudah selesai dan diantara kedua belah pihak sudah damai.

“Nah, makanya kami harap wartawan saat menjalankan tugasnya harus profesional, jangan sampai sebelum menulis tidak tahu akar permasalahan yang mau ditulis,” tegasnya.

Baca Juga :   PAD Stagnan, DPRD Sumenep Dorong Pemerintah Serius

Sementara, kegiatan Pengukuhan Amos yang tergabung lima belas media. Selain itu Saraseahan Membangun Madura, bertemakan “Menggarap Potensi Untuk Kemandirian Masyarakat” yang dihadiri pemateri Kadispertahortbun, Sumenep, Ir Bambang Heriyanto Msi dan KH Holilurrahman yang diikuti 250 peserta. (Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *