Home / POLITIK / Pembuatan e-KTP di Masalembu Dipungut Biaya, Diduga Kerjasama Politik

Pembuatan e-KTP di Masalembu Dipungut Biaya, Diduga Kerjasama Politik

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik ( KTP-eL ) di Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, diduga dipungut biaya sebesar Rp 25 ribu.

Namun, pungutan biaya tersebut, juga ada dugaan kerjasama salah satu caleg dan petugas perekaman e-KTP.

Hal itu disampaikan salah satu warga setempat Kartolo, membenarkan adanya dugaan pungutan biaya pebuatan e-KTP sebesar Rp 25 ribu di Kecamatan Masalembu.

“Awalnya saya hanya dengar info saja ramai dibicarakan, sehingga mencoba datang ke kantor UPT disdukcapil membawa dua orang untuk membuat e-KTP,” katanya, saat dihubungi melalui telepon genggamnya. Rabu (6/4/2019).

Namun kedatangan tersebut, kata Kartolo untuk memastikan kebenaran informasi yang ramai dibicarakan, akhirnya datang membawa 2 orang untuk buat KTP.

“Sesampainya dikantor perekaman ada penyampaian yang mencurigakan disampaikan petugas perekaman benama WWN (Inisial), (Kamu orangnya siapa, kalau orangnya siapa bilang saja Red),” tuturnya meniru yang disampaikan petugas.

Sehingga, Kartolo menyampaikan bukan orangnya siapa siapa, melaikan hanya mau buat e-KTP. “Katanya petugas takut terkumpul dengan orangnya yang ini,” katanya meniru yang diucapkan petugas tersebut.

Ia menuturkan, dari beberapa orang yang mengajukan eKTP itu, diduga mengatasnamakan, salah satu partai dan caleg. “dengar dengar untuk mengajukan tidak boleh nyebut nama calegnya. disitu sudah ada orang yang mengkordinir untuk membuat e KTP,” jelasnya.

Ia menduga ada kesan membohongi warga seakan akan e KTP itu ada biayanya. padahal semua itu gratis. “saya menduga memang petugas eKTP ada kerjasama dengan salah satu caleg. Sehingga kami memberi tau kepada masyarakat bahwa pembuatan eKTP itu gratis,” ucapnya.

Wawan salah satu petugas perekaman E-KTP menyampaikan, bahwa biaya yang dibebankan per orang Rp. 25.000 wajar, dengan dalih tidak ada anggaran dari atasan.

“Itu wajar karena dari atasan (dinas) tidak ada anggaran,” ungkapnya.

Berita yang beredar sebelumnya, Agenda perekeman E-KTP tersebut salah satunya disebabkan oleh temuan Panwascam terkait dengan banyaknya Pemilih Pemilu yang belum tercantum dalam DPT.

Sebab belum ber E-KTP, kemudian setiap orang yang ingin melakukan perekaman tersebut diharuskan membayara Rp. 25.000 per orang.

Adanya pungutan biaya tersebut menjadi persoalan di tengah – tengah masyarakat kepulauan Masalembu, sebab terkait pungutan tersebut belum ada titik terang dari intansi Pemerintah Kebupaten Sumenep.

Kalaupun dilakukan perekaman E-KTP, seharusnya gratis karena dari dulu Masyarakat melakukan perekaman E-KTP tidak dipungut biaya satu persen pun alias gratis

momentum politik pemilihan pemilu hari ini, diagendakan perekeman E-KTP dengan biaya 25.000 per orang, ini menimbulkan pertanyaan ditengah – tengah masyarakat, untuk memilih salah satu pemimpin yang tinggal beberpa hari lagi menghadapi pesta demokrasi ini. (Asm/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Disdik Sumenep Dapat Penghargaan LEPRID HGD 2020

SUMENEP, (TransMadura.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ...