Home / SUMENEP / Dikembalikanya KMP DBS III Menuai Protes, Itu Bukan Barang Mainan?

Dikembalikanya KMP DBS III Menuai Protes, Itu Bukan Barang Mainan?

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) dikembalikan sudah tidak sesuai harapan. Disebabkan peralatan banyak yang rusak.

Semua itu tak ubahnya seperti kapal mainan plastik. Hal tersebut menjadi banyak kalangan, menuai protes. Salah satunya Anggota DPRD Sumenep.

“Intinya (pengadaan kapal itu) bukan barang mainan plastik, kalau sudah tidak suka ya dikembalikan untuk diperbaiki, tidak boleh seperti itu,” kata Badrul Aini, Anggota DPRD Sumenep dari Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Selasa, (5/3/2019).

Dia menegaskan, dikhawatirkan dalam pengadaan kapal DBS III itu akan mengarah pada prilaku tindak pidana korupsi dan meminta agar dilakukan audit investigasi secara memdalam.

“Harus ada pihak yang mencoba untuk melihat atau mengaudit, kenapa yang sudah selesai dan telah diserahterimakan ternyata dipakai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ini perlu diselidiki, jagan-jangan korupsi ada mark up dalam pembuatan kapal DBS III,” jelas pria yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi II itu.

Namun kata dia, masyarakat juga memiliki hak untuk melakukan penyelidikan. Karena pembelian kapal itu memakai keungan negara yang notabene bersumberkan dari masyarakat.

“Yang jelas masyarakat pengguna bisa melakukan kajian, terkait dengan kerugian kapal DBS III mengklaim ketika ada kerugian apalagi kerugian yang sifatnya merugikan masyarakat. Makanya harus dilakukan penyelidikan harus dilakukan penyelidikan yang menyeluruh, sehingga bisa diketahui,” tegasnya.

Sebelumnya PT Sumekar akan mengembalikan kapal III karena banyak yang tidak sesuai harapan. Salah satunya mesinnya tidak normal dan AC kapal mati. Saat ini PT Sumekar telah berkirim surat kepada Dinas Perhubungan dan juga Bupati Sumenep A Busyro Karim.

Pengadaan kapal ropeks yang diberi nama DBS III itu anggarannya merupakan co-sharing antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sumenep. Totalnya Rp 39 miliar.

Kapasitas penumpang DBS III ini dibagi menjadi tiga kelas. Kelas I 10 orang, kelas II 45 orang, dan kelas III 252 orang. Kapal tersebut baru di launching pada 31 Oktober 2018 oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki sebanyak tiga armada laut, yakni DBS I yang telah lama beroperasi, DBS II yang saat ini mangkrak di pelabuhan Kalianget serta Kapal DBS III yang baru selesai dibuat pada 2018 lalu namun sudah banyak yang rusak. (Asm/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Disdik Sumenep Dapat Penghargaan LEPRID HGD 2020

SUMENEP, (TransMadura.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ...