banner 728x90
Tak Berkategori  

Kualitas Infrastruktur Kepulauan Kurang Memadai, Jauh Dibandingkan Daratan


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pembangunan rumah sakit kepulauan ditekankan agar pekerjaan cepat terselesaikan. Bahkan, banyaknya kualitas infrastruktur kepulauan, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang kurang memadai terutama tranportasi kesehatan, namun juga akses jalan jauh dari harapan masyarakat.

Badrul Aini Politisi asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean meminta Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan realisasi anggaran di daerah kepulauan. Sebab, kualitas infrastruktur kepulauan jauh dibandingkan kualitas infrastruktur di daratan.

banner 728x90

“Kami harap pemerintah tidak mengesampingkan daerah kepulauan,” kata Badrul yang juga sebagai Anggota Komisi II DPRD Sumenep itu.

Menurutnya, minimnya infrastruktur menyebabkan warga kepulauan mengeluh. Bahkan beberapa waktu lalu terdapat warga yang melahirkan diatas kapal saat dirujuk ke salah satu rumah sakit.

Baca Juga :   Penggunaan Aset Pemerintah Untuk Bangunan Gerai KDMP Harus Jelas Legalitasnya

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar pekerjaan Rumah Sakit Kepulauan untuk segera diselesaikan. Sehingga pelayanan kesehatan maksimal.

“Kami harap pembangunan rumah sakit kepulauan segera selesai, sehingga cepat beroperasi. Karena itu sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dr. A Fatoni sebelumnya mengatakan Rumah sakit tersebut ditargetkan mulai beroperasi 2021 nanti. Anggaran yang disediakan tahuan 2018 sebesar Rp4,5 miliar untuk pembangunan ruang Unit Gawat Darurat (UGD), laboratorium dan Rawat Jalan.

Pemkab Sumenep telah mendapat alokasi formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, yakni 75 tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Rumah Sakit Arjasa.

“Rekrutmen tenaga kesehatan itu dalam rangka persiapan rumah sakit kepulauan. sebab jika menunggu selesainya pembangunan fisik Pemerintah Pusat keberatan karena tenaga yang dibutuhkan cukup banyak,” terang Fatoni.

Baca Juga :   Ketertinggalan Pembangunan Wilayah Kepulauan Dapat Sorotan Fraksi NasDem DPRD Sumenep

Maka dari itu, sambung pria berkaca mata, secara bertahan kebutuhan tenaga itu disiapkan. Hanya saja untuk sementara hasil seleksi pengangkatan CPNS tahun ini akan dititipkan di Puskesmas. Tetapi SK pengangkatannya tetap di Rumah Sakit Arjasa.

Pihaknya menegaskan, pengangkatan tenaga medis Rumah Sakit Arjasa umumnya perawat kesehatan D III, termasuk dokter. Untuk dokter spesialis masih belum ada formasinya.

“Untuk dokter kami akan memanfaatkan dokter yang direkomendasi bupati ke sejumlah perguruan tinggi yang mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis,” tukasnya. (Fero/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *