Home / SUMENEP / Tambang Batu “Fosfat” Talango Kades Berdalih Tak Masalah, Warga Geram

Tambang Batu “Fosfat” Talango Kades Berdalih Tak Masalah, Warga Geram

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Protes warga Desa Cabbiye, Kecamatan Talango, terkait penambangan batu “Fosfat” yang mengancam rumah akan menggelinding ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, untuk melakukan audiensi.

Warga yang terdampak penambangan batu Fosfat bekas gua, yang terletak di Dusun Cabbiye Pesisir dan Dusun Jeruk Purut, melintang kearah timur dengan panjang kurang lebih 1km, merasa kesal, sebab permohonannya ke pihak desa diabaikan.

“Saya sudah memberi tau kepada kepala desa, aktivitas penambangan itu supaya dihentikan, alasanya, sangat membahayakan terhadap rumah dan warga, tapi sepertinya diabaikan,” kata Munawar kepada media ini.

Bahkan, katanya, sudah ada upaya kepada pihak kecamatan untuk menyikapi tambang supaya ditutup. “Camat Talango hanya berjanji dalam satu minggu untuk kordinasi dengan kepala desa, nyatanya sampai saat ini juga tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

Pihaknya, terus akan berupaya untuk mintak perlindungan kepihak yang berwenang, aktivitas penambang agar supaya dihentikan.

“Kami akan mengajukan surat kepada DPRD untuk audiensi terkait penambangan yang mengabaikan keselamatan warga sekitar. Bahkan, kami warga disini akan melaporkan kepihak berwajib keberadaan tambang diduga tidak berijin alias ilegal,” tegasnya.

Berbeda Kepala Desa Cabbiya Moh. Alwi mengaku tidak ada masalah persoalan galian tersebut, karena lokasinya berada di tanah pecaton dasa. Gua-nya pun berada di Dusun Banban.

“Tidak terdampak dua dusun itu, itu tanah desa, itu bukan tanah masyarakat, lokasinya itu ada di dusun Banban, warga di Dusun itu tidak ada masalah,” tuturnya via sambungan telepon.

Bahkan, informasi dari warga, ditolak mentah-mentah, tidak bisa diterima, harus dikroscek kebenarannya terlebih dahulu.

“Masyarakat yang mana itu, jangan langsung tanggapi, kalau memang ada masalah silahkan laporkan saja,” tantang Alwi.

Ditanya persoalan izin galian tersebut, pihak desa mengaku belum mengetahui. “Saya tidak tau soal itu, biar saya tanyak dulu,” terangnya singkat.

Ketua DPRD Sumenep, H Herman Dali Kusuma, menanggapi saat dikonfimasi, bahwa pihaknya meminta untuk mengajukan surat audensi, duduk bersama, biar semua jelas. ” Silahkan ajukan surat ke DPRD, kalau itu benar, kami akan menindak lanjuti untuk melakukan sidak,” jelasnya.

Sebelumnya, Hasil pantauan media saat melakukan turun lokasi, Senin (26/11/2018). bersama warga terdampak, terlihat pintu masuk gua dengan ukuran lebar kurang lebih 2meter didalamnya ada kepulan asap seperti aktifitas penambangan masih berlangsung diperkirakan panjang galian 1kilometer, melintang ke arah timur, lebar kurang lebih 7 meter, dengan prediksi ketebalan lapisan tanah hanya tersisa 5 meter, dibawah rumah warga.

Kekhawatiran warga yang dirasakan, sebab aktivitas galian Fosfat dianggap mengancam keselamatan, karena pengerukan dilakukan tepat berada di bawah bangunan rumah yang mereka tinggali. Namun terlihat, dari titik pengerukan, hanya terlihat tumpukan hasil galian yang sudah dibungkus karung ukurang 25 kg, dikemas rapi yang berisi tanah dan batu kerikil. (Asm/Red)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Demo Kadisdik Sumenep Terlalu “Dini”, Legislator: Beri Kesempatan Bekerja

SUMENEP, (TransMadura.com) – Akhir-akhir ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menjadi target sorotan ...