banner 728x90

Peralihan Musim Hujan, BPBD Sumenep Imbau Warga Waspadai Daearah Potensi Longsor


SUMENEP, (Transmadura.com) —
Warga diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana longsong pada saat musim penghujan bagi yang berada di daerah rawan kekeringan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Abd. Rahman, bahwa memasuki peralihan pada musim penghujan, biasanya yang sering terjadi longsor di daerah yang rawan kekeringan.”Tanah longsor biasanya terjadi di daerah kekeringan,” katanya pada media ini.

banner 728x90

Berdasarkan data di BPBD, tahun ini terdapat 28 desa di 13 Kecamatan yang masuk dalam daerah rawan kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Dasuk, Batang-Batang, Rubaru, Ganding, Lenteng, Saronggi, Bluto, Batuan, Pragaan, Nonggunong, dan Giligenting.

“Jadi potensi bencananya itu sangat memungkinkan, makanya kami harap masyarakat tetap waspada,” jelasnya rabu 18/10/2017.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak Udang  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Menurut Rahman, tidak hanya itu, bencana dimusim penghujan ini potensi terjadinya pohon tumbang sangat besar.

Untuk diketahui, Selasa, 17 Oktober 2017 peristiwa mengenaskan terjadi di Dusun Manjingan Timur, Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batuputih. Latif meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tebing batu (bahan bangunan). (Asm/irwan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *